Revitalisasi Monas

Jawaban Sekda DKI Jakarta Soal Keberadaan Pohon yang Ditebang di Monas: Tak Ada Nilainya Dijual

Meski mengaku tak mengetahui keberadaannya, Saefullah meyakini batang pohon tersebut tidak dijual oleh Pemprov DKI lantaran tidak ada nilainya.

Jawaban Sekda DKI Jakarta Soal Keberadaan Pohon yang Ditebang di Monas: Tak Ada Nilainya Dijual
Wartakota/Henry Lopulalan
POHON PENGANTI - Jejeran pohon yang baru ditanam pada proyek revitalisasi di kawasan Monas, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (3/2/2020). Pemerintah DKI Jakarta mulai menanami kembali bagian Plasa Selatan di sisi kiri dan kanan proyek revitalisasi sebagai pengganti 190 pohon yang ditebang. (Warta Kota/Henry Lopulalan) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta mengaku tak mengetahui keberadaan ratusan batanh pohon yang ditebang demi memuluskan Revitalisasi Monas.

Hal ini diungkapkan Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah saat ditemui di kantornya, Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat.

Meski mengaku tak mengetahui keberadaannya, Saefullah meyakini batang pohon tersebut tidak dijual oleh Pemprov DKI Jakarta lantaran tidak ada nilainya.

"Enggak (dijual) lah, saya yakin enggak ada nilainya," ucapnya, Selasa (5/2/2020).

Mantan Wali Kota Jakarta Pusat ini mengatakan, tidak ada pohon bernilai tinggi yang ditebang demi penataan kawasan Monas.

Ia pun menyebut, tidak ada pohon berukuran besar yang ditebanh oleh pihaknya.

"Cek saja, enggak besar kok pohonnya," ujarnya.

Soal keberadaan ratusan pohon yang ditebang ini sendiri pertama kami dipertanyakan oleh Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta.

"Jadi, seandainya kayu-kayu tersebut dijual, apakah uangnya masuk ke kas negara? Ada banyak hal yang masih gelap," ucap Ketua Fraksi PSI DPRD DKO Idris Ahmad, Rabu (29/1/2020). (*)

Misteri keberadaan pohon yang ditebang

BACA HALAMAN SELANJUTNYA

Editor: tribunjakarta.com
Sumber: TribunJakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved