Guru Pukul Murid di Bekasi: Jerit Tangis Siswa Hingga Muncul Petisi Minta Idianto Tak Dimutasi

Keberadaan Idianto di SMAN Bekasi rupanya tetap mendapat dukungan, usai kasus kekerasan yang dilakukannya kepada murid viral di media sosial.

Guru Pukul Murid di Bekasi: Jerit Tangis Siswa Hingga Muncul Petisi Minta Idianto Tak Dimutasi
Net
Ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Keberadaan Idianto di SMAN Bekasi rupanya tetap mendapat dukungan, usai kasus kekerasan yang dilakukannya kepada murid viral di media sosial.

Hal ini terbukti dari munculnya petisi di situs change.org yang berjudul, "Jangan Mutasi Pak Idi". Petisi tersebut hingga pukul 10.37 WIB, telah mendapat dukungan sebanyak 496 tandatangan.

Petisi itu dibuat oleh Aryaguna Kusuma Putra, dalam keterangannya, dia menulis Idi merupakan guru SMAN yang menjabat sebagai Wakil Kepala Sekolah Bidang kesiswaan.

"Beliau berani menggunakan cara-cara yang dianggap kekerasan demi tegakkanya aturan-aturan yang telah berlaku," tulis Aryaguna dalam keterangan petisi yang dibuat di situs change.org.

"Baru-baru ini Pak Idi (panggilan akrabnya) terjerat kasus kekerasan terhadap siswa akibat memukul beberapa siswa yang terlambat. Hal ini menyebabkan beliau dimutasi. Sebagai siswa SMAN 12 Bekasi, tentunya tidak bisa menerima hal ini begitu saja," tambahnya dalam keterangan petisi.

"Bagi saya, Pak Idi adalah sosok yang berbeda dari guru kebanyakan. Walaupun cara-caranya dianggap sebagai kekerasan, tetapi beliau punya integritas yang tinggi, bersih, serta mempunyai pengetahuan yang luas. Sudah kurang lebih 2 tahun saya diajarnya, dan saya selalu menemukan pengetahuan baru ketika saya diajar oleh beliau," tulisnya.

Masih dalam keterangan petisi itu, sang pembuat petisi menilai, ketika Idi menjabat sebagai Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan, sekolah berubah drastis.

Aturan-aturan sekolah kembali ditegakkan, pungutan liar yang dahulu ada di sekolah diberantas habis oleh guru yang juga seorang pengajar mata pelajaran.

"Saya mohon, kembalikan Pak Idi kepada kami. Beliau memang bersalah karena sudah melakukan tindak kekerasan, tetapi, karena beliau sekolah ini menjadi lebih baik, menjadi lebih bersih, dan menjadi lebih berkarakter," ungkap Arguna dalam keterangan di petisi yang ia buat.

Sejumlah komentar dukungan juga terlihat, Clara Clarissa menuliskan komentar dalam petisi itu bahwa dia setuju agar ancaman mutasi yang bakal diterima Idi dapat dipertimbangkan.

Halaman selanjutnya

Penulis: Muhammad Zulfikar
Editor: Ferdinand Waskita
Sumber: TribunJakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved