Area Perumahan Batan Indah Terpapar Radioaktif, Warga Dicek Kesehatannya

Area di perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan terpapar radioaktif.

Area Perumahan Batan Indah Terpapar Radioaktif, Warga Dicek Kesehatannya
KOMPAS TV
Radiasi Radioaktif 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Area di perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan terpapar radioaktif.

Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) dalam pernyataan resmi di situsnya menyebut saat dilakukan pemantauan di lingkungan perumahan awalnya menunjukkan tingkat paparan radioaktif normal.

Tidak lama setelahnya ditemukan lagi kenaikan nilai paparan radiasi di lingkungan area tanah kosong di samping lapangan voli Blok J Perumahan Batan Indah.

"Tim uji fungsi melakukan pengecekan ulang dan penyisiran di sekitar daerah tersebut di atas, dan ditemukan nilai paparan radiasi lingkungan dengan laju paparan terukur signifikan di atas nilai normal," ujar Kepala Biro Hukum, Kerja Sama, dan Komunikasi Publik Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN), Indra Gunawan dalam keterangan resminya di situs Bapeten seperti dikutip Tribun, Jumat (14/2/2020).

Baca: 238 WNI Pulang dari Natuna Hari Ini: Diterbangkan ke Jakarta dan Dijemput Perwakilan 30 Provinsi

BAPETEN lanjut Indra sudah melakukan pengecekan ulang dan penyisiran ke lokasi terkait penemuan adanya kenaikan laju radioaktif. BAPETEN juga melakukan koordinasi ke RT setempat untuk memasang safety perimeter.

"Untuk keperluan kesiapsiagaan nuklir, sejak tahun 2013 BAPETEN telah memiliki unit pemantau radioaktivitas lingkungan bergerak (mobile RDMS – MONA)," ujar Indra.

Untuk menjamin kehandalan unit MONA tersebut, maka BAPETEN melakukan uji fungsi secara rutin dengan melakukan pemantauan radioaktivitas lingkungan di area Jabodetabek.

Baca: 3 Hal Janggal Ditemui Karen Pooroe, Anak Tak Patah Tulang & Pendarahan Meski Jatuh dari Lantai 6

Tanggal 30-31 Januari 2020, BAPETEN melakukan uji fungsi dengan target area meliputi wilayah Pamulang, Perumahan Dinas Puspiptek, Daerah Muncul dan Kampus ITI, Perumahan Batan Indah, dan Stasiun KA Serpong.

BAPETEN dan BATAN telah mengambil sampel tanah di sekitar lokasi untuk dilakukan analisa lebih lanjut di laboratorium PTKMR-BATAN.

Berdasarkan hasil analisa di laboratorium dan juga hasil pengukuran laju paparan sebelumnya, maka tim gabungan BAPETEN dan BATAN melakukan upaya pencarian sumber yang diduga menjadi penyebab kenaikan laju paparan di atas.

Halaman
12
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved