Breaking News:

Banjir Jakarta

Mulai Jengkel, Korban Banjir Tuding Gubernur Anies Baswedan Tidak Punya Solusi untuk Mengatasinya

Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Saefullah melontarkan pernyataan kontroversi soal banjir di Ibu Kota.

Facebook Anies Baswedan
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan 

"Mudah-mudahan dah ini didenger. Buat Pak Anies kami enggak butuh yang pinter bicara, kami butuh yang pinter nanganin banjir. Gara-gara banjir, motor saya enggak bisa dipake kerja. Menurut bapak, itu layak dinikmati?" kata dia.

Sejak awal Januari 2020, banjir berkali-kali merendam sejumlah wilayah Jakarta.

Terakhir, banjir besar kembali terjadi pada Selasa (25/2/2020).

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta, banjir merendam 294 RW di Ibu Kota. Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta bahkan sempat tergenang.

Gubernur Anies mengatakan, pengungsi akibat banjir bertambah menjadi 15.000 jiwa. Mereka mengungsi di 74 lokasi.

Selain itu, 375 sekolah di Jakarta (4,7 persen dari total 7.955 sekolah) terdampak banjir.

Rinciannya, 143 SD, 78 SMP, 53 SMA, 47 SMK, 6 SLB, 43 TK/PAUD/KB, dan 5 pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM).

Sejumlah sekolah bahkan diliburkan, para peserta didik diminta untuk belajar di rumah.

Tak hanya sekolah, sebagian jalan tol juga tergenang akibat hujan yang mengguyur Jabodetabek.

Banjir juga menganggu operasional KRL dan Transjakarta.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Korban Banjir Minta Sekda DKI Tak Permainkan Perasaan Warga, Tak Ada Nikmatnya Kebanjiran"

Editor: Sugiyarto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved