Virus Corona

Cerita Karyawan di Jakarta yang Tak Mungkin Bekerja dari Rumah Saat Corona Mewabah

Amora menggunakan commuter line (KRL) dari rumahnya di Bogor ke kantornya di bilangan Menteng.

Cerita Karyawan di Jakarta yang Tak Mungkin Bekerja dari Rumah Saat Corona Mewabah
Tangkap layar Twitter/@TMCPoldaMetro
Penumpang KRL jurusan Jakarta hingga pagi tadi, Senin (23/3/2020) masih menumpuk. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Walau Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah menetapkan status tanggap darurat di Jakarta pada Jumat (20/03) sampai 2 April 2020 untuk menghambat penyebaran virus corona, masih ada pegawai-pegawai yang harus bekerja menggunakan moda transportasi publik dan tidak dapat menjaga jarak aman alias social distancing sesuai anjuran pemerintah.

Salah satu pegawai yang masih harus bekerja ke kantor adalah Amora Lunata, karyawan swasta sebuah bank di Jakarta pusat.

Dia tidak bisa bekerja dari rumah atau working from home (WFH) mengingat bank tetap melayani nasabah.

Pada Senin (23/03) pagi, Amora menggunakan commuter line (KRL) dari rumahnya di Bogor ke kantornya di bilangan Menteng.

Baca: Gejala dan Ciri Corona, Kehilangan Indra Perasa & Penciuman Bisa Jadi Tanda Ada Covid-19 di Tubuh

Ia memutuskan berangkat lebih awal lantaran jam operasional KRL sendiri berubah, dari yang biasanya beroperasi pukul 04.00-24.00 diganti menjadi pukul 06.00-20.00 WIB.

"Aku memutuskan jam 05.30 tiba di stasiun [KRL] Bogor karena kereta baru mulai jam 06.00, ternyata sudah banyak orang di stasiun Bogor. Aku naik kereta ke Angke pukul 05.52," kata Amora kepada wartawan BBC Indonesia, Resty Woro Yuniar.

"Kondisi kereta sudah penuh, full, sudah banyak yang berdiri. Di peron sudah banyak banget orang. Aku pikir, ketika pemeriksaan suhu tubuh di luar stasiun, stasiun tidak terlalu ramai. Tapi pas di peron orang sudah banyak banget di sana," tuturnya.

Padatnya stasiun membuat Amora tidak bisa menjaga jarak dengan penumpang lainnya.

"Aku tidak bisa jaga jarak. Ketika sudah sampai Depok, [kapasitas kereta] sudah penuh habis," kata karyawan sebuah bank tersebut. "Pasrah, boro-borosocial distancing."

Amora mengatakan bahwa meski ia takut tertular virus corona, ia tidak memiliki pilihan transportasi lain yang secepat KRL untuk menuju kantornya.

Halaman
1234
Editor: Hasanudin Aco
Sumber: BBC Indonesia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved