Virus Corona

Pemilihan Wagub DKI Tetap Digelar, Pengamat: DPRD Manfaatkan Kosongnya Pengawasan Publik

DPRD DKI Jakarta diduga memanfaatkan momentum kekosongan pengawasan oleh publik saat konsentrasi masyarakat terfokus pada upaya penanganan corona.

Pemilihan Wagub DKI Tetap Digelar, Pengamat: DPRD Manfaatkan Kosongnya Pengawasan Publik
TRIBUNNEWS/DANANG TRIATMOJO
Cawagub DKI Riza Patria menjalani sesi wawancara dengan tim panlih di gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Rabu (18/3/2020). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Agenda pemilihan wakil gubernur DKI di tengah penanganan wabah virus corona, tetap akan digelar DPRD DKI Jakarta.

Hal demikian patut dipertanyakankarena saat ini pemerintah maupun publik sedang fokus mengatasi penularan virus asal Wuhan, China itu.

Pengamat politik dari Universitas Negeri Jakarta Ubedilah Badrun menilai, DPRD DKI Jakarta diduga memanfaatkan momentum kekosongan pengawasan oleh publik saat konsentrasi masyarakat Jakarta terfokus pada upaya penanganan virus corona.

"Publik sedang fokus dengan Covid-19. Kan pemilihan wakil gubernur di DPRD DKI itu berdasarkan data pada pola-pola lama di masa Orde Baru, itu memungkinkan terjadinya money politics atau politik transaksional," kata Ubedilah saat dihubungi, Rabu (25/3/2020).

"Nah saat ini pertanyaannya, siapa yang mengawasi proses itu?" tegas dia. 

Baca: Di Kota Padang, Bule Dicegah Masuk Pasar Tradisional demi Waspadai Pandemi Corona

Padahal, rencana tim Panitia Pemilihan (Panlih) Wagub DKI berseberangan dengan Instruksi Presiden Joko Widodo dan seruan Gubernur Anies Baswedan yang melarang kegiatan yang melibatkan banyak orang.

Baca: Cerita Tentang Sidang Skripsi Ditunda Setelah Pegawai Kampus Positif Terinfeksi Virus Corona

Pemerintah daerah dan pemerintah pusat terus berupaya menerapkan social distancing seperti membatasi transportasi, perusahaan diminta tak beraktivitas di kantor, menyetop operasional hiburan hingga tempat wisata.

Baca: Hati-hati, Klorokuin Itu Obat Penyembuhan, Bukan untuk Pencegahan Corona

Bahkan pejabat setingkat menteri melakukan rapat terbatas melalui video teleconference yang diambil dari kediaman masing - masing.

"Ini juga menunjukkan DPRD DKI tidak mengindahkan perintah Presiden Joko Widodo dan upaya serius Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam menangani kasus COVID-19 ini," ungkap Ubedilah.

"Jadi mengabaikan kebijakan nasional dan kebijakan daerah yang diarahkan semuanya untuk melakukan social distancing," ujarnya.

Sebelumnya Wakil Ketua Panitia Pemilihan Wagub DKI Basri Baco mengatakan bakal menggelar rapat paripurna pemilihan wakil gubernur pada Jumat (27/3) pukul 13.00 WIB.

Keputusan ini kata dia didasari pada suara mayoritas fraksi yang sepakat tidak lagi menunda proses final tersebut.

Di sisi lain, Baco mengklaim dalam situasi dan kondisi Jakarta saat ini Gubernur Anies Baswedan perlu pendamping untuk membantu pekerjaan mengatasi penularan virus corona.

"Jadi permintaan mayoritas fraksi minta ke pimpinan soal pemilihan, pimpinan menyampaikan ke Panlih, dengan situasi seperti ini gubernur perlu pendamping," jelas dia.

Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved