Breaking News:

Polri Dalami Indikasi Adanya Peretasan Akun WhatsApp Milik Ravio Patra

Yusri mengatakan, pihaknya juga tengah mendalami terkait adanya indikasi peretasan akun WhatsApp milik Ravio Patra oleh orang tak dikenal.

Tangkap layar channel YouTube KompasTV
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus membenarkan menangkap Anggota Open Government Partnership Steering Committee (OGP SC), Ravio Patra terkait dugaan penyebaran berita onar.

Kendati demikian, Yusri mengatakan, pihaknya juga tengah mendalami terkait adanya indikasi peretasan akun WhatsApp milik Ravio Patra oleh orang tak dikenal.

Hingga saat ini, Ravio masih diperiksa Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

Baca: Update Kasus Covid-19 di Indonesia Hari Ini: 7.775 Positif Corona, 647 Meninggal Dunia, 960 Sembuh

"Masih didalami (akun WhatsApp diretas), kalau ada hasilnya kita sampaikan," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (23/4/2020).

Dia mengatakan, saat ini status perkara Ravio Patra masih sebagai saksi terkait penyebaran berita keonaran, kekerasan dan kebencian.

Penyidik juga masih terus memeriksa Ravio Patra terkait kasus tersebut.

"Masih penyelidikan," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Polda Metro Jaya membenarkan telah menangkap Ravio Patra Anggota Open Government Partnership Steering Committee (OGP SC), Ravio Patra pada Rabu (22/4/2020) kemarin. 

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, saat ini kasus tersebut tengah ditangani oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

Baca: Arab Saudi Luncurkan Program Tausiah Online Selama Ramadan

Dia ditangkap di kawasan Jalan Gelora, Menteng, Jakarta Pusat.

"Memang saya membenarkan tadi malam dari Dirkrimum Polda Metro Jaya mengamankan seseorang insial RPA. TKP penangkapan di daerah jalan gelora menteng," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Kamis (23/4/2020).

Yusri mengatakan, Ravio diduga menyebarkan berita yang mengandung kebencian, keonaran dan kekerasan. Saat ini yang bersangkutan masih dilakukan pemeriksaan intensif di Polda Metro Jaya.

"Yang bersangkutan memang diduga menyiarkan berita onar atau kekerasan atau menyebarkan berita ujaran kebencian. Sementara yang bersangkutan masih dilakukan pendalaman pemeriksaan oleh krimum Polda Metro Jaya. Kita tunggu saja hasil pemeriksaanya," pungkasnya.

Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved