Breaking News:

Virus Corona

Anies Tinjau PSBB Tahap Ketiga Pada Jumat Pekan Ini, Keputusannya Diumumkan Awal Pekan Depan

Anies Baswedan mengatakan Jumat (29/5) pekan ini Pemprov DKI akan mulai meninjau seluruh data terkait penerapan PSBB tahap ketiga.

Danang Triatmojo/Tribunnews.com
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendampingi Presiden Joko Widodo meninjau Stasiun MRT Bundarah HI, Jakarta Pusat, Selasa (26/5/2020) pagi/tangkapan layar siaran Youtube Sekretariat Presiden 

Laporan wartawan tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan Jumat (29/5) pekan ini Pemprov DKI akan mulai meninjau seluruh data terkait penerapan PSBB tahap ketiga.

Data yang ditinjau antara lain soal pantauan kepatuhan masyarakat, tingkat efektivitas pembatasan keluar masuk Jakarta, serta tingkat angka reproduksi penularan virus corona antar warga.

Setelah dilakukan review mendalam, nantinya keputusan soal nasib PSBB dilanjutkan atau dihentikan akan diumumkan awal pekan depan, sebelum tanggal 4 Juni atau sebelum masa PSBB tahap ketiga berakhir.

Baca: Jadwal Masuk Sekolah Belum Ditentukan, Kemendikbud Tunggu Keputusan Gugus Tugas Covid-19

Baca: Dengar Kabar soal Mal di Jakarta Buka Mulai 5 Juni, Anies: Itu Imajinasi

"Hari Jumat yang akan datang kita akan mereview semua data, nanti awal pekan depan akan diumumkan apakah PSBB ini adalah penghabisan atau harus diperpanjang," kata Anies di kawasan checkpoint KM 47 Tol Jakarta-Cikampek, Selasa (26/5/2020) kemarin.

Jika keputusannya mengakhiri PSBB dan tak memperpanjangnya, maka Pemprov DKI selanjutnya akan mengumumkan berbagai protokol untuk setiap industri ketika kembali menjalankan kegiatannya pascapembatasan.

Namun Anies menegaskan, pengenaan masker jadi salah satu hal wajib yang harus diterapkan seluruh masyarakat tanpa kecuali, supaya mencegah terjadinya perluasan wabah.

"Pada saat diputuskan diakhiri, pada saat itu kita akan umumkan protokol-protokol untuk setiap industri dan protokol yang harus ditaati seluruh masyarakat, tapi yang pasti masker harus digunakan. Ini adalah salah satu alat yang paling efektif mencegah terjadinya perluasan wabah," ucap Anies.

Tapi mantan mendikbud ini menyebut, segala proses penentuan nasib PSBB seluruhnya bergantung pada bagaimana perilaku keseharian masyarakat. Bila patuh, maka akan berdampak pada penurunan tingkat reproduksi virus.

Begitu juga sebaliknya, jika tidak patuh maka bisa berdampak pada angka reproduksi yang tidak di bawah angka 1.00, dengan kata lain PSBB harus diperpanjang kembali.

"Yang menentukan perpanjangan bukan Pemprov, bukan para ahli, tapi perilaku masyarakat. Bila seluruh menahan diri, kemudian tingkat reproduksi virusnya turun di bawah 1.00, maka kita bisa mengakhiri tanggal 4 Juni. Bila tidak, kita harus perpanjang," pungkas Anies.

Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved