Breaking News:

Besok Pengguna KRL Diprediksi Meningkat, KCI Imbau Mereka Patuhi Protokol Kesehatan

PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) mengimbau pengguna Kereta Rel Listrik (KRL) patuhi protokol kesehatan.

KOMPAS.com/M LUKMAN PABRIYANTO
Para pengguna KRL menunggu kereta tujuannya di Stasiun Tanahabang, Jakarta Pusat, Jumat (14/2/2020). PT. Kereta Commuter Indonesia (KCI) dan PT. Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 1 Jakarta melakukan rekayasa terhadap perjalanan commuter line atau kereta rel listrik (KRL) selama sebelas 11 hari mulai Kamis (13/2/2020) hingga Minggu (23/2/2020). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Hari Darmawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mengantisipasi lonjakan penumpang, Senin (22/6/2020), PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) mengimbau pengguna Kereta Rel Listrik (KRL) patuhi protokol kesehatan.

VP Corporate Communications PT KCI, Anne Purba, mengatakan bila meliihat tren volume penumpang pada dua pekan terakhir, terlihat setiap hari Senin atau awal pekan terjadi peningkatan penumpang.

"Pada tanggal 8 Juni 2020 saja, pengguna KRL mencapai 300 ribu orang, dan pada 15 Juni 2020 bertambah menjadi 342 ribu orang," ucap Anne dalam keterangannya, Minggu (21/6/2020).

"Selain itu untuk mengantisipasi kepadatan di kereta, kami juga menyiapkan jadwal kereta dengan pemberangkatan yang bukan stasiun awal namun termasuk dari stasiun dengan jumlah pengguna KRL terbesar," lanjutnya.

Baca: Bangun Tidur Pemuda Ini Terjebak Sendirian dalam Gerbong KRL yang Terkunci di Stasiun Bekasi

Baca: VIRAL Foto Petugas KRL Gendong Penumpang Disabilitas, PT KCI Ungkap Kisah di Baliknya

Pemberangkatan KRL tersebut, kata Anne, tersedia pada Stasiun Cilebut, Bojonggede, Citayam, Tambun, dan Sudimara.

Menurut Anne, pada hari Senin biasanya selalu menjadi hari yang jumlah pengguna KRL tertinggi. Maka dari itu KCI berharap pengguna KRL, dapat bekerja sama untuk tetap tertib dan disiplin protokol kesehatan.

Baca: KCI Dukung Pengaturan Jam Kerja, Transportasi Publik Jadi Lebih Aman dan Seimbang

"Kami juga terus mendukung dan mengharapkan berbagai lembaga, instansi pemerintah, dan dunia usaha dapat menerapkan sistem jam kerja bertahap bagi karyawannya," ucap Anne.

Dengan adanya penerapan jam kerja bertahap ini, lanjut Anne, dapat mengurangi kepadatan di stasiun oleh pengguna KRL dan mengurangi waktu tunggu para pengguna.

Penulis: Hari Darmawan
Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved