Breaking News:

DTKJ Nilai Strategi Pencegahan Penularan Covid-19 di KRL Sudah Optimal

Seiring kebijakan pelonggaran, jumlah penumpang di stasiun ikut alami peningkatan signifikan

Alex Suban/Alex Suban
Calon penumpang KRL Commuterline mengantre dengan berdiri sesuai tanda jarak fisik (physical distancing) dengan tiga baris di Stasiun Bogor, Jawa Barat, Senin (15/6/2020). Penggunaan tanda jarak fisik di Stasiun Bogor tersebut untuk mengatur kepadatan dan membatasi jumlah penumpang dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19 sesuai protokol kesehatan yang berlaku di masa transisi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Warta Kota/Alex Suban 

Laporan wartawan tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - DKI Jakarta memasuki masa transisi setelah melewati 3 fase pembatasan.

Kegiatan perkantoran, ruang terbuka publik, wisata dan rekreasi kembali dibuka. Tak ayal kebijakan ini membuat peningkatan penumpang di bidang transportasi umum.

Salah satu transportasi yang melayani mobilitas itu adalah kereta rel listrik (KRL).

Seiring kebijakan pelonggaran, jumlah penumpang di stasiun ikut alami peningkatan signifikan.

Namun Ketua Komisi Litbang Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) Leksmono Suryo Putranto menyebut PT KCI sudah cukup optimal mengantisipasi penumpukan penumpang lewat penambahan panjang rangkaian, menambah jumlah perjalanan, memberi tanda di tempat berdiri penumpang, hingga pemberlakuan kebutuhan kereta melihat kondisi stasiun.

Baca: Kronologi Viral Penumpang KRL Ketiduran dan Terjebak di Gerbong KRL, Begini Kata Pihak PT KCI

Baca: Tak Terima Ditegur saat Ngebut di Gang, Pria Ini Ngamuk Ancam Warga dengan Parang

Baca: Download MP3 Lagu Pergilah - Nino Kayam, Lengkap Beserta Video Klipnya

"Pihak KCI yang layani kereta commuter sudah maksimalkan armadanya. mereka tingkatkan suplai dari segi panjang rangkaian kereta, jumlah perjalanannya, dan strategi demand besar mereka layani," kata Leskmono dalam diskusi virtual pada Minggu (21/6/2020).

Selain itu kata Leksmono, guna mengurangi penumpukan penumpang di Stasiun Tanah Abang, PT KCI mengusulkan supaya jam operasional Pasar Tanah Abang dialihkan. Dengan harapan tidak berbarengan dengan jam pulang kerja perkantoran.

"Mereka juga banyak usul jam buka Pasar Tanah Abang dialihkan supaya tidak berbarengan dengan jam pulang kerja dari kantor," ungkap dia.

Diketahui jumlah penumpang KRL tercatat mencapai 300 ribu orang perhari. Peningkatan penumpang umumnya terjadi pada awal pekan.

Jumlah penumpang tertinggi tercata terjadi pada Senin (15/6) pekan lalu dengan 342.436 penumpang atau meningkat 14 persen dari pekan sebelumnya.

"Selalu terjadi peningkatan penumpang pada awal pekan," kata VP Corporate Communications PT KCI Anne Purba dalam keterangannya.

Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved