Virus Corona
DKI Pakai Konsultan Komunikasi Kampanyekan Pesan Proteksi Kesehatan Covid-19 di Pasar-pasar
Kampanye protokol kesehatan dari pengelola pasar kepada para pedagang dan pengunjung pasar ditingkatkan.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pandemi Covid-19 yang masih berlangsung di Indonesia menimbulkan kekhawatiran karena munculnya klaster-klaster baru, seperti klaster pasar tradisional baik di DKI Jakarta maupun daerah lain.
Kampanye protokol kesehatan dari pengelola pasar kepada para pedagang dan pengunjung pasar ditingkatkan.
Salah satunya yakni soal komunikasi.
Perumda Pasar Jaya menggunakan jasa konsultan komunikasi untuk memberi pesan-pesan tertentu terkait belanja di pasar secara aman.
Ini dilakukan karena pengunjung pasar tak hanya satu segmen.
"Pasar itu kita bicara multisegmen, karena kan ada pendatang dari kelas medium up (menengah ke atas), sehingga bagaimana cara data ke pasar dengan aman, kita bekerja sama dengan konsultan komunikasi agar pesan-pesan yang disampaikan bisa merata," pungkas Direktur Keuangan dan Administrasi PD Pasar Jaya Ratih Mayasai dalam siaran BNPB, Kamis (2/7/2020).
-
Baca: Hasil Swab Test 7.202 Orang di 69 Pasar Ibu Kota, 1 hingga 2 Persen Diantaranya Positif Covid-19
-
Baca: Sudah Dilarang DKI, Masih Banyak Pedagang di Pasar Ciracas yang Sediakan Kantong Plastik
Ratih menambahkan, untuk memperketat fungsi pengawasan protokol kesehatan di pasar-pasar ibu kota, PD Pasar Jaya dibantu oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov DKI.
"Gubernur telah mengarahkan sekitar 5.500 personel ASN, termasuk bantuan dari TNI-Polri dan disebarkan ke pasar-pasar. Ini dilakukan persuasif dan sesuai kapasitas pasar," kata Ratih
Berbeda dengan DKI Jakarta, Pemerintah Kota Salatiga mengambil langkah kearifan lokal dalam hal komunikasi terkait protokol kesehatan Covid-19.
"Kami bekerja sama dengan paguyuban, karena di pasar pagi itu kan ada paguyuban, ada Pamswakarsa. Setiap pagi paguyuban itu selalu keliling menyampaikan motivasi," kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Salatiga, Kusumo Aji.
Aji menyebut, implementasi Pamswakarsa dalam menyampaikan pesan-pesan terkait protokol kesehatan dilakukan menggunakan alat pelantang kepada para pedagang maupun pengunjung pasar.
"Jika ada pedagang yang tak memakai masker, maka tidak boleh berdagang. Begitu juga sebaliknya, para pembeli yang tak memakai masker, agar tidak dilayani," pungkas Kusumo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/suasana-pasar-tanah-abang-blok-a-dan-b_20200701_110955.jpg)