Breaking News:

Ogah Sebut Reklamasi, PKS Pilih Istilah Revitalisasi Ancol

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Achmad Yani enggan menyebut perluasan kawasan Ancol sebagai reklamasi.

Tribunnews.com/Hendra Gunawan
Salah satu pulau reklamasi di pantai Jakarta 

Laporan wartawan tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Achmad Yani enggan menyebut perluasan kawasan Ancol sebagai reklamasi.

Menurutnya istilah yang tepat adalah revitalisasi Ancol.

Ia menjelaskan istilah revitalisasi lebih cocok karena kawasan yang diperluas masih di dalam wilayah Ancol.

"Karena ini di dalam Ancol saya melihat ini perluasan Ancol. Saya nggak menganggap ini reklamasi tapi lebih tepat dibilang ini revitalisasi," kata Yani saat rapat Komisi B bersama PT Pembangunan Jaya Ancol, di DPRD DKI, Jakarta Pusat, Rabu (8/7/2020).

Diketahui di atas lahan perluasan kawasan Ancol itu, bakal berdiri sejumlah bangunan, termasuk Masjid Apung dan Museum Peradaban Islam dan Sejarah Nabi.

Politikus PKS itu menilai pembangunan bangunan tersebut sudah tepat dan bisa jadi kebanggaan warga Jakarta, bahkan Indonesia.

"Ini bukan hanya kebanggaan warga jakarta dan bahkan Indonesia. Bahkan nanti bisa dikenal keluar. Tamu-tamunya kita berharap dari luar negeri," tutur dia.

"Apalagi ada museum nabi. Orang akan gembira jadi nggak perlu jauh lagi mesti pergi ke negara lain, cukup ke Ancol," ungkapnya.

Yani mengatakan perkembangan kemajuan adalah keniscayaan. Hanya perluasan pembangunan terebut harus pula dibarengi dengan konsep yang baik.

Halaman
12
Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved