Breaking News:

Virus Corona

Anies: Hari Ini Ada 404 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi Sejak Kita Tangani Kasus

Menurut Anies, penambahan kasus tersebut dilakukan dengan metode aktif case finding.

Dok Pemprov DKI
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memimpin upacara HUT ke-493 Kota Jakarta di halaman depan Gedung Blok G Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (22/6) 

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Gubernur Jakarta Anies Baswedan mengatakan bahwa kasus positif Covid-19 di Jakarta mengalami lonjakan, pada Minggu, (12/7/2020).

Menurutnya terdapat 404 kasus baru di Jakarta yang merupakan tertinggi selama Pandemi.

"Tadi pagi pada pukul 10.00 WIB, Dinas Kesehatan DKI melaporkan angka kasus baru yang muncul di Jakarta. Dalam seminggu terakhir ini kita tiga kali mencatat rekor baru penambahan harian dan hari ini adalah yang tertinggi sejak kita menangani kasus baru di Jakarta," kata Anies dalam konferensi pers virtual, Minggu (12/7/2020).

Selain itu, menurut Anies perbandingan antara jumlah pasien positif dengan jumlah spesimen yang diperiksa atau positivity rate melonjak dua kali lipat menjadi 10,5 persen.

Baca: Update Corona di Indonesia, 12 Juli 2020: Jumlah Kasus Covid-19 dan Sebarannya per Provinsi

Sebelumnya positive rate di DKI Jakarta di bawah 5 persen.

"Sebagai catatan tanggal 4 sampai 10 Juni di Jakarta kita melakukan 21.197 tes dan positivity rate-nya 4,4 persen, lalu tanggal 11 sampai 17 Juni sebanyak 27.091 dites dan tingkat positivity rate nya 3,1 persen, 18 sampai 24 juni 29.873 orang dites positivity ratenya 3,7 persen. Kemudian 25 Juni sampai 1 juli ada 31.085 orang dites dan positivity ratenya 3,9 persen dan 2 juli sampai 8 juli ada 34.007 orang dites positivty rate nya 4,8 persen," katanya.

Apalagi, menurut dia, penambahan kasus tersebut dilakukan dengan metode aktif case finding.

Pemprov DKI yang aktif melakukan tracing dan isolasi.

Bukan menunggu masyarakat yang datang ke fasilitas kesehatan.

"Artinya kita tidak menunggu pasien di faskes, puskesmas tapi kita mengejar kasus positif di masyarakat, jadi jangan dianggap enteng," pungkasnya. 

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved