Breaking News:

Virus Corona

Wali Kota Bekasi Menilai Kebijakan Pembelajaran Tatap Muka Wajib di Zona Hijau tidak Relavan

Kebijakan pembelajaran tatap muka di zona hijau tidak relavan karena sampai saat ini belum ada daerah yang benar-benar bebas dari virus Covid-19.

TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Suasana belajar tatap muka siswa SDN Pekayon Jaya VI Kota Bekasi, Senin (3/8/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengkritisi kebijakan yang tertuang dalam Surat Keputusan Bersama Empat Menteri (SKB 4 Menteri) terkait, pembelajaran tatap muka wajib zona hijau tingkat kabupaten/kota.

Rahmat mengatakan, kebijakan itu tidak relavan karena sampai saat ini, belum ada daerah yang benar-benar bebas dari virus Covid-19.

"Kalau mau cari zona hijau dimana sekarang, orang di seluruh dunia juga (masih ada penyebaran Covid-19), tapi seperti bapak bilang dan trus bapak bilang ya, klaster itu boleh, tapi kita juga siapkan sarana dan prasarananya," kata Rahmat di rumah dinasnya, Jumat (7/8/2020).

Menurut Rahmat, status zona hijau merupakan penetapan yang sangat rumit dilakukan. Sebab, status zona dalam penyebaran virus corona sangat dinamis.

Baca: Pembelajaran Tatap Muka di Zona Kuning Boleh Tidak Dilaksanakan Jika Pemerintah Daerah tidak Siap

"Hari ini hijau 2 hari kemudian (bisa berubah), kan ini interaksi transmisinya berjalan terus," jelasnya.

Dia menambahkan, kebijakan untuk membuka pembelajaran tatap muka yang tertuang dalam SKB 4 Menteri dapat dikaji ulang.

Sebab, jika masih tetap berpatokan dengan kebijakan tersebut, akan sulit melakukan upaya adaptasi seperti yang tengah dijalankan saat ini.

"Kan jangankan yang sekolah, yang lain-lain seperti di kalangan perkantoran, sudah berjalan adaptasi asal tetap wajib masker dan jangan berkerumun," ucapnya.

Simulasi belajar tatap muka yang sempat dijalankan Pemkot Bekasi di enam sekolah role model atau percontohan merupakan upaya adaptasi yang tengah dilakukan.

Halaman
12
Editor: Dewi Agustina
Sumber: TribunJakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved