Breaking News:

Virus Corona

Jakarta Darurat Wabah Covid-19, Ini Deretan Aturan yang Akan Diterapkan, Tak Ada Ganjil Genap

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengumumkan situasi wabah di wilayahnya ada dalam kondisi darurat.

Tribunnews/Irwan Rismawan
Warga melintas di dekat replika peti mati dan papan imbauan waspada Covid-19 yang terpasang di jalur pedestrian Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Senin (7/9/2020). Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyebutkan positivity rate atau persentase kasus positif Covid-19 pada sepekan terakhir di Jakarta sebesar 13,1 persen, sementara WHO menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari lima persen. Tribunnews/Irwan Rismawan 

TRIBUNNEWS.COM - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengumumkan situasi wabah di wilayahnya ada dalam kondisi darurat.

Hal tersebut berdasarkan hasil evaluasi 3 data pokok, seperti angka kematian, keterpakaian tempat tidur isolasi, keterpakaian ICU khusus Covid-19 yang mengalami kenaikan.

"Melihat kedaruratan ini, maka tidak ada banyak pilihan bagi Jakarta untuk menarik rem darurat sesegera mungkin," katanya dalam siaran langsung di YouTube PEMPROV DKI JAKARTA, Rabu (9/9/2020).

Sebelumnya Anies juga mengatakan telah membahas masalah ini dalam rapat Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DKI Jakarta sore tadi.

Hasilnya DKI Jakarta akan kembali menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) seperti masa awal pandemi Covid-19.

"Bukan lagi PSBB Transisi, tapi kita harus melakukan PSBB pada masa awal dulu. Dan inilah rem darurat yang harus kita tarik," tegasnya.

Baca: Jika Tak Tarik Rem Darurat dengan PSBB Lagi, Anies: Tempat Tidur Isolasi akan Penuh 17 September

Anies menilai langkah ini perlu dilakukan demi melindungi warga Jakarta.

Sedangkan bila tidak dilakukan, rumah sakit tidak akan sanggup lagi menampung pasien Covid-19, sehingga angka kematian akan terus meningkat.

Kemudian langkah ke depan, Pemprov DKI Jakarta kembali akan menerapkan kebijakan bekerja, belajar dan beribadah dari rumah.

"Prinsipnya mulai Senin 14 September kegiatan perkantoran non esensial diharuskan melaksanakan kegiatan bekerja dari rumah."

Halaman
1234
Penulis: Endra Kurniawan
Editor: Daryono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved