Breaking News:

Industri AMDK Galon Sekali Pakai Belum Memiliki Manajemen Pengelolaan Sampah yang Baik

tanpa diminta pun industri AMDK memiliki kewajiban untuk bertanggung jawab atas semua sampah kemasan plastik dari produk-produk mereka.

WARTA KOTA/henry lopulalan
SAMPAH BKB----Warga sedang ngumpulkan sampah plastikyang tertahan di Banjir Kanal Barat, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu(15/12/2019). Petugas setiap harinya dengan ketinggian air normal mengangkat sampah hanyut di banjirkanal skitar 30 kubik sampah untuk di buang di tempat pembuangan akhir.--Warta Kota/henry lopulalan 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Eko Sutriyanto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dari 266 industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) yang terdaftar di Asosiasi Perusahaan Air Kemasan (Aspadin), masih sangat sedikit yang memiliki manajemen pengelolaan sampah di perusahaannya.

Bahkan, ada juga industri AMDK yang malah menunjukkan sikap tidak mau tahu dengan peraturan yang dikeluarkan pemerintah itu, dengan mengeluarkan produk baru yang tidak mendukung komitmen pemerintah dalam mengurangi timbulan sampah plastik.

Misalnya produk kemasan galon sekali pakai yang menuai kritik dari organisasi besar pegiat lingkungan seperti Walhi dan Greenpeace.

Kedua organisasi tersebut sangat kecewa dengan perlakuan produsen yang menjual produk AMDK galon sekali pakai dengan segala bentuk kampanyenya.

Baca: Miris! Seekor Gajah Kelaparan Makan Sampah Plastik yang Dibuang Turis

Mereka menilai produsen itu bukannya membantu program pemerintah untuk mengurangi masalah sampah, malah menciptakan masalah sampah baru di masyarakat.

Direktur Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Novrizal Tahar mengatakan, sebetulnya berdasarkan UU No.18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, tanpa diminta pun industri AMDK memiliki kewajiban untuk bertanggung jawab atas semua sampah kemasan plastik dari produk-produk mereka.

Hanya saja, kata Novrizal, memang masih sedikit dari industri AMDK itu yang sudah memiliki manajemen pengelolaan sampah yang baik dan benar.

Padahal secara Undang-Undang, tanggung jawab itu sebetulnya sudah menjadi hirarki.

"Bahkan industri AMDK didorong untuk berinovasi untuk membuat teknologi-teknologi baru untuk membuat kemasan yang ramah lingkungan dan aman saat dikonsumsi,” katanya saat Diskusi Media “Menyelaraskan Keamanan Kemasan dengan Pelestarian Alam” yang dilakukan secara daring, Selasa (15/9/2020).

Halaman
12
Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved