Breaking News:

UU Cipta Kerja

Polisi Tahan Pria Berkaos FPI yang Tertangkap Bawa Ketapel saat Demo Tolak UU Cipta Kerja

Remaja berkaos FPI yang tertangkap bawa ketapel saat demo tolak UU Cipta Kerja jadi tersangka di Polda Metro Jaya.

tangkapan layar di kanal YouTube Kompastv
Polisi Tangkap Peserta Demo yang Ketahuan Bawa Ketapel, Kombes Yusri: Pasti Arahnya ke Kerusuhan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Buntut aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja yang berujung ricuh pada Selasa (13/10/2020) kemarin, Polda Metro Jaya menahan satu orang.

Ia ditahan karena kedapatan membawa ketapel.

Pihak kepolisian menangkap remaja berkaos FPI itu di sekitar kawasan Istana Kepresidenan, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat.

"Ada satu yang kita lakukan penahanan. Ada yang membawa katapel pagi hari itu ya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus, Kamis (15/10/2020).

Namun Yusri tak merincikan identitas remaja tersebut.

Pasal yang akan disangkakan pun belum diberitahu. 

Polisi Tangkap Peserta Demo yang Ketahuan Bawa Ketapel, Kombes Yusri: Pasti Arahnya ke Kerusuhan
Polisi Tangkap Peserta Demo yang Ketahuan Bawa Ketapel, Kombes Yusri: Pasti Arahnya ke Kerusuhan (tangkapan layar di kanal YouTube Kompastv)

Lebih lanjut pihak kepolisian sudah memulangkan ribuan orang yang terciduk dalam aksi unjuk rasa kemarin.

Total ada 1.377 orang yang berhasil diamankan sebelum dan setelah demo selesai.

Mereka dipulangkan setelah polisi mendata dan melakukan pemeriksaan.

Pendataan sendiri merupakan syarat kepulangan pendemo yang diamankan.

"Yang 1.377 sudah kami kembalikan, semalam. Terakhir ada yang kita pendalaman, semua sudah dikembalikan, dengan syarat kami mendata mereka semua," jelas dia.

Sejumlah orang tua saat menunggu anaknya yang ditahan karena terlibat aksi penolakan Undang-Undang Cipta Kerja menunggu dijemput orang tuanya di Polda Metro Jaya, Jakarta Pusat, Rabu (14/10/2020). Polda Metro Jaya mengamankan 561 demonstran yang didominasi oleh remaja berstatus pelajar yang diduga terlibat kerusuhan saat aksi penolakan Undang-Undang Cipta kerja. Tribunnews/Jeprima
Sejumlah orang tua saat menunggu anaknya yang ditahan karena terlibat aksi penolakan Undang-Undang Cipta Kerja menunggu dijemput orang tuanya di Polda Metro Jaya, Jakarta Pusat, Rabu (14/10/2020). Polda Metro Jaya mengamankan 561 demonstran yang didominasi oleh remaja berstatus pelajar yang diduga terlibat kerusuhan saat aksi penolakan Undang-Undang Cipta kerja. Tribunnews/Jeprima (Tribunnews/JEPRIMA)

Sementara terhadap pelajar yang turut diamankan, mereka juga dipulangkan dengan syarat harus dijemput oleh orang tuanya.

Mereka diminta membuat berjanjian di atas materai untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi.

"(Untuk pelajar) wajib diambil orang tua atau keluarga terdekatnya, dengan membuat pernyataan tidak mengulangi lagi," ujar Yusri.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved