Breaking News:

Buntut Megawati Sebut Jakarta Amburadul, Wagub DKI Komentar, Gerindra Pamer Penghargaan Milik Anies

Wagub DKI hingga Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta bereaksi menyikapi pernyataan Megawati Soekarnoputri soal Jakarta amburadul.

wow.tribunnews.com
Ketua Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Megawati Soekarnoputri. 

"Kami terus membangun untuk kepentingan masyarakat banyak, termasuk kepentingan bangsa negara," ia menambahkan saat ditemui di Balai Kota DKI.

Kririk Megawati jadi masukan Pemprov DKI

Ahmad Riza Patria menyebut, kritikan Megawati itu bakal menjadi masukan yang berarti supaya Pemprov DKI Jakarta bisa berbenah ke depannya.

"Siapapun memberikan masukan dan kritik, kami anggap sebagai obat untuk menyemangati kami, memotivasi kami untuk terus berbuat dan meningkatkan kinerja, perbaikan, dan kualitas daripada kota Jakarta ke depan," tuturnya.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, saat ditemui Warta Kota di meja kerjanya, Balaikota, Jakarta Pusat, Kamis (16/4/2020). Ahmad Riza Patria hari ini mulai bekerja di kantor pada hari pertama usai dilantik Presiden RI Joko Widodo pada Rabu (15/4) kemarin. Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, saat ditemui Warta Kota di meja kerjanya, Balaikota, Jakarta Pusat, Kamis (16/4/2020). Ahmad Riza Patria hari ini mulai bekerja di kantor pada hari pertama usai dilantik Presiden RI Joko Widodo pada Rabu (15/4) kemarin. Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha (Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha)

Melansir Kompas.com, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengatakan semestinya Jakarta bisa menjadi "Kota Mahasiswa" atau "City of Intellect" jika ditata dengan baik.

Hal ini Megawati sampaikan saat menerima penghargaan "City of Intellect" dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) untuk Kota Semarang yang dipimpin oleh kader PDIP Hendrar Prihadi.

"Saya bilang Jakarta ini menjadi amburadul. Karena apa? Ini tadi seharusnya City of Intellect ini dapat dilakukan tata kotanya, masterplannya, dan lain sebagainya," ujar Megawati dalam pidato yang ditayangkan secara daring, Selasa (10/11/2020).

Ia mengatakan tujuan penataan Jakarta harus dirumuskan secara jelas.

Megawati pun berharap para akademisi turut terlibat dalam pembangunan DKI Jakarta.

"Siapakah yang buat hal ini? Tentunya para akademisi, insinyur dan lain sebagainya," katanya.

Megawati kemudian mengenang masa lalunya saat pertama kali datang ke Jakarta.

Dia mengaku kesulitan belajar berbahasa Indonesia yang baik karena pengaruh teman-teman di lingkungan sekitarnya.

Baca juga: Cerita Megawati yang Sedih karena Dibully soal PKI

"Dulu waktu baru pindah dari Yogyakarta tahun 50-an, saya tidak bisa bahasa Indonesia yang baik, yang proper."

"Teman-teman saya ngomongnya selalu lo-gue, karena dulu masyarakat Betawi jadi lo-gue."

"Jadi bapak dan ibu saya, apalagi ibu saya suka pusing," tuturnya.

Penghargaan "City of Intellect" itu diberikan UNJ berdasarkan riset tim yang dipimpin Ketua Senat dan Guru Besar UNJ Hafid Abbas.

Ada beberapa kriteria yang menjadi penilaian City of Intellect, di antaranya faktor keamanan dan keterjangkauan biaya hidup. (tribun network/thf/fah/Tribunnews.com/Kompas.com/TribunJakarta.com)

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved