Breaking News:

Kasus Mutilasi di Bekasi

Berawal Dari Dorong Motor Mogok, Pertemanan Donny dan AYJ Berakhir Mengerikan

Perkenalan mereka berawal dari membantu dorong motornya yang mogok, Donny Saputra pun berkawan baik dengan AYJ.

Tribun Jakarta
Kediaman pelaku mutilasi di Kampung Pulo Gede, RT 005 RW 011, Kelurahan Jakasampurna, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi (Kiri) 

TRIBUNNEWS.COM, BEKASI -- Kisah pertemanan AYJ (17) dengan Donny Saputra (24) akhirnya berujung mengerikan.

AYJ yang mengaku kesal sering disodomi akhirnya menjagal sang teman dan memutilasinya.

Keduanya telah berteman sekitar satu tahun lamanya.

Perkenalan mereka berawal dari membantu dorong motornya yang mogok, Donny Saputra pun berkawan baik dengan AYJ.

Donny Saputra tewas di tangan AYJ yang sehari-hari bekerja sebagai manusia silver.

AYJ memutilasi jasad pegawai minimarket tersebut di rumahnya di Kampung Pulo Gede, RT 005 RW 011, Kelurahan Jakasampurna, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi.

Bagi Emas Jumiarti (45), tetangga pelaku, ia sudah mengenal sosok Donny yang tiap Sabtu menginap di kediaman AYJ.

Baca juga: Mutilasi Pegawai Minimarket, Pemuda 17 Tahun Diduga Sempat Pinjam Alat Asah Pisau ke Tetangganya

Emas juga memiliki hubungan baik dengan AYJ yang tinggal sendiri sejak ibu dan ayahnya tiada.

Emas mengetahui, Donny dan AYJ dulunya saling mengenal di jalan.

Hal itu diketahuinya hasil dari sesekali ia bercengkrama dengan AYJ.

"Dia kan suka cerita-cerita namanya tinggal sebelahan, karena korban sering main pernah saya tanya itu siapa," tutur Emas, Rabu (9/12/2020).

Berdasarkan hasil cerita AYJ, Emas membeberkan awal mula pertemuan keduanya.

"Kenal di jalan, pelaku ini ngamen sehari-hari,"

"Lihat korban ban motornya bocor terus dibantuin dorong sampe ke tempat tambal ban," sambung Emas.

Baca juga: Fakta Kasus Mutilasi di Bekasi: Polisi Tangkap Pelaku, Ungkap Kronologi hingga Motif Pembunuhan

Saking seringnya Donny main dan menginap di rumah AYJ, Emas mengaku cukup mengenalnya.

Biasanya, lanjut Emas, Donny datang Sabtu siang atau malam lalu menginap hingga Minggu malam.

"Minggu pagi biasanya mereka olahraga, siang atau malam si korban pulang," tutur Emas.

Pinjam asahan pisau, bau tak enak hingga suara aneh

Emas bercerita, terakhir melihat Donny pada hari Sabtu, (5/12/2020) sekira pukul 20:00 WIB.

Saat itu, Emas sempat bertemu bahkan mengobrol dengan pria bernasib malang tersebut.

Kepada Emas, Donny bertanya keberadaan AYJ yang saat itu tak sedang di rumah.

"Dia sempet nanya ke saya, pelaku ke mana, saya bilang enggak tahu keluar, terus dia nunggu di bangku depan rumah saya ini," terangnya.

Tak lama setelah itu, AYJ tiba di rumah dan keduanya masuk bersama.

Potongan tubuh berupa badan dan tangan korban mutilasi di Kota Bekasi saat tiba di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (7/12/2020). (TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA)
Potongan tubuh berupa badan dan tangan korban mutilasi di Kota Bekasi saat tiba di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (7/12/2020). (TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA) (bima putra/tribun jakarta)

"Baru keliatan lagi itu pelaku besokannya, nah itu korban enggak tahu kapan pulangnya tahu-tahu si pelaku udah sendirian aja," tegasnya.

Keesokan harinya pada, Minggu (6/12/2020) sore, Emas sempat mendengar suara aneh yang berasal dari rumah AYJ.

Hal itu membuat, Emas Jumiati bertanya kepada AYJ apa yang sedang dilakukannya.

"Saya enggak curiga sama sekali, sempet denger suara duuug..duuug.duug, gitu doang," kata Emas.

"Dia sempet keluar sebentar, saya tanya lagi ngapain, terus dia jawab lagi masang keramik," sambungnya.

Mendengar alasan pemuda tersebut, Emas tak menaruh curiga sama sekali.

Kemudian tak lama, AYJ sempat keluar rumah dan membeli minuman.

Emas lantas mencium bau sesuatu yang tak enak.

"Saya cium aroma enggak enak aja, terus saya tanya lagi, pelaku jawab bau pilok, dia lagi ngecat barang katanya," tutur Emas.

Selain itu, AYJ juga sempat meminjam alat asah pisau ke tetangga sekitar.

Tak berhenti sampai situ, Emas mengungkap, AYJ sempat meminjam alat asahan pisau ke tetangga sekitar kediamannya.

"Dia sempet minjem asahan, saya tahu dari tetangga waktu pas hari Minggu itu," katanya.

Donny yang belum terlihat keluar sejak Sabtu diduga sudah dalam keadaan tewas di dalam rumah AYJ.

Jasad korban mutilasi yang ditemukan di daerah Kalimalang, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Senin (7/12/2020) dibawa ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur untuk proses otopsi.
Jasad korban mutilasi yang ditemukan di daerah Kalimalang, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Senin (7/12/2020) dibawa ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur untuk proses otopsi. (wartakotalive.com/Junianto Hamonangan)

Pertemanan keduanya berakhir tragis setelah AYJ memutilasi jasad Donny.

Potongan tubuh Donny ditemukan di dua tempat, yakni saluran irigasi Kalimalang dan tempat pembuang sampah sekitar Kayuringin Jaya, Bekasi.

Tubuh Donny ditemukan pemiliki bengkel tambal ban yang bersisian dengan saluran irigasi di Kalimalang pada Senin (7/12/2020) pagi.

Saat mengevakuasi tubuh korban yang tanpa kepala, tangan dan kaki kiri kanan, polisi mendapat laporan lain.

Ada petugas sampah menemukan potongan tangan kiri di tempat pembuangan sampah sementara di Jalan Gunung Gede Raya, Kayuringin Jaya, Bekasi.

Baca juga: Tetangga Yakin Pemutilasi Bukan Penyuka Sesama Jenis, Kehidupan Pelaku Berubah Total Sejak Ibu Wafat

Motif

Kasubbag Humas Polres Metro Bekasi Kota Kompol Erna Ruswing Andari mengatakan, motif sementara kasus pembunuhan dengan cara mutilasi ini disebabkan akibat pelecehan seksual yang diterima pelaku.

"Pelaku kesal sama korban karena dipaksa sodomi berkali-kali sama pelaku," kata Erna.

Hingga akhirnya, AYJ berhasil ditangkap saat sedang berada di sebuah rental playstasion di daerah Kranji, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi sekira pukul 01.30 WIB.

Wakapolres Metro Bekasi Kota AKBP Alfian Nurrizal menyebut, mulanya kepolisian mendatangi kediaman pelaku di daerah Kampung Pulo Gede.

Namun, ketika polisi tiba sekira pukul 01.00 WIB, AYJ tidak ada di kediamannya sehingga dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

"Anggota langsung melakukan penangkapan, lalu dibawa ke Jakasampurna untuk dilakukan penggeledahan di rumahnya," terang Alfian.

(TribunJakarta/Nawi/Yusuf)

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Setahun Saling Kenal Usai Bantu Dorong Motor, Pegawai Minimarket Berakhir Dimutilasi Manusia Silver

Editor: Hendra Gunawan
Sumber: TribunJakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved