Breaking News:

Banjir di Jakarta

DPRD DKI Usul Pemprov Bagi-bagi Masker Saat Evakuasi Korban Banjir

Pemprov DKI memberi masker tambahan saat melakukan proses evakuasi warga yang terdampak banjir.

Tribunnews/JEPRIMA
Sejumlah warga Cipinang Melayu saat mengungsi di Posko Banjir yang disediakan di Aula Gedung Universitas Borobudur, Jakarta Timur, Jumat (19/2/2021). Berdasarkan laporan petugas kelurahan setempat, diinformasikan jumlah korban banjir yang mengungsi mencapai 60 orang yang berasal dari RW04 Cipinang Melayu. Petugas membagi lokasi pengungsian menjadi enam posko terpisah agar tidak terjadi kerumunan orang. Petugas juga menyemprotkan cairan disinfektan di lokasi pengungsian korban banjir. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Anggota Komisi B DPRD DKI Gilbert Simanjuntak mengusulkan Pemprov DKI memberi masker tambahan saat melakukan proses evakuasi warga yang terdampak banjir.

Sebab saat terjadi banjir di ibu kota, menurut Gilbert, banyak masyarakat yang tidak menggunakan masker lantaran basah atau stok masker yang dimiliki ikut terdampak genangan air.

"Umumnya masyarakat yang terkena banjir tidak menggunakan masker, mungkin karena basah, stok tidak ada terkena banjir, tidak terpikir lagi dan kemungkinan lain," kata Gilbert dalam keterangannya, Rabu (24/2/2021).

"Sebaiknya masyarakat yang terkena banjir diberi masker tambahan," sambungnya.

Baca juga: Selebgram Tasya Revina Galang Donasi Untuk Berbagi Sembako Pada Korban Banjir

Politikus PDI-Perjuangan ini menyebut penerapan 3M yakni memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan lebih mampu menyelesaikan masalah.

Mengingat bencana banjir melanda di tengah ancaman penularan Covid-19.

Apalagi, kondisi masyarakat yang berkerumun di posko pengungsian sulit dihindari.

Sehingga terjadinya klaster baru dan peningkatan kasus harus diwaspadai.

"Prosedur 3T tidak menjadi pilihan utama, tetapi langsung ke 3M karena lebih menyelesaikan masalah," ucapnya.

"Ditambah masyarakat yang mengungsi/berkerumun sulit dihindari. Akan tetapi harus diwaspadai terjadinya kluster baru dan peningkatan kasus," pungkas Gilbert.

Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved