Breaking News:

Bareskrim Masih Kaji Untuk Panggil Gus Idris Soal Video Menjadi Korban Penembakan

Rusdi memastikan rekaman video yang memperlihatkan Gus Idris menjadi korban penembakan tidak benar alias hoax.

Tangkap Layar Kompas TV
Kadiv Humas Pilri Brigjen Rusdi Hartono menyebut RS Polri telah menerima total tujuh buah kantong jenazah hingga Minggu (10/1/2021) sore. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri masih mengkaji untuk memanggil dan meminta klarifikasi terhadap Ustaz Idris Al Marbawy alias Gus Idris terkait rekaman video viral menjadi korban penembakan.

"Sementera nanti kami cek di Siber Bareskrim," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (3/3/2021).

Rusdi memastikan rekaman video yang memperlihatkan Gus Idris menjadi korban penembakan tidak benar alias hoax.

Polri masih belum mengetahui motif Gus Idris mengunggah video itu di akun sosial medianya.

"Masih didalami oleh Siber, itu menjadi suatu hal yang kita cermati. Ternyata itu bukan video yang benar," tandas dia.

Ilustrasi penembakan
Ilustrasi penembakan (Pragativadi.com)

Sebagai informasi, channel YouTube Kura Batok TV mengunggah video yang memaparkan detik-detik penembakan Gus Idris pada malam hari.

Tampak ketika dalam perjalanan, tiba-tiba ada tembakan dari sisi kanan Gus Idris.

Tembakan tersebut diduga mengenai dada kanan Gus Idris.

Baca juga: Disambut Tangis Histeris, Praka Sinurat Korban Penembakan Dimakamkan Hari Ini di Padangsidimpuan

Bahkan chanel YouTube Gus Idris Official juga telah mengunggah Video itu disertai penjelasan dari para santri yang juga menjadi saksi mata saat kejadian.

Seperti diberitakan sebelumnya, beredar video yang memaparkan ulama muda asal Desa Babadan, Kabupaten Malang Idris Al Marbawy alias Gus Idris menjadi korban penembakan.

Video yang diunggah di channel YouTube milik Gus Idris itu memaparkan detik-detik peristiwa dugaan penembakan.

Tampak Gus Idris berjalan menuju mobil terkena dugaan tembakan hingga terkapar.

Video diunggah berdurasi 4 menit 14 detik. Saat berjalan hingga durasi 56 detik terdengar suara dentuman peluru layak suara tembakan.

Kemudian Gus Idrus tiba-tiba terkapar dengan mengalami luka di bagian dada kanan.

Beberapa santri dan anaknya langsung membawa Gus Idris menuju ke mobil untuk dievakuasi ke rumah sakit.

Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved