Breaking News:

Jalan Raya Curug Nangka Tamansari Bogor Kembali Rusak, Ini Langkah yang Diambil Masyarakat

Ketua Karang Taruna, Desa Sukajaya, Tamansari, Kabupaten Bogor, Asep menjelaskan bahwa saat ini Jalan Raya Curug Nangka kembali berlubang

tribunbogor.com
Jalan Raya Curug Nangka Tamansari Bogor Kembali Rusak 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Yudistira Wanne

TRIBUNNEWS.COM, BOGOR - Intensitas curah hujan yang tinggi membuat sejumlah jalan raya di Bumi Tegar Beriman kembali mengalami kerusakan, tak terkecuali di Jalan Raya Curug Nangka, di Kampung Sinar Wangi, Desa Sukajaya, Tamansari, RT 5/6, Kabupaten Bogor.

Padahal, jalan yang menjadi akses menuju objek wisata Curug Nangka, Kabupaten Bogor itu belum genap satu bulan dilakukan perbaikan.

Ketua Karang Taruna Desa Sukajaya, Tamansari, Kabupaten Bogor, Asep menjelaskan bahwa saat ini Jalan Raya Curug Nangka kembali berlubang.

Menurutnya, warga pengguna jalan hanya dapat merasakan dua hari nyaman melintas di jalan mulus, selebihnya kondisinya kembali dikeluhkan.

"Saya hanya memberi tahu terkait perkembangan jalan Kabupaten. Jadi jalan tersebut memang diperbaiki. Tapi hanya bagus dan bertahan dua hari. Jalanannya itu tidak diperbaiki dengan serius mengakibatkan jalannya berlubang cukup banyak," ujarnya, Minggu (18/4/2021).

Asep menambahkan, saat proses perbaikan dilaksanakan, warga banyak yang melihat bahwa proses tambal sulam jalan itu tidak dilakukan dengan tepat.

"Sebenarnya, jalan itu memang tidak diperbaiki sampai mulus. Ada beberapa yang masih berlubang. Intensitas curah itu salah satu faktor penyebab juga," tegasnya.

Sementara itu, menyikapi permasalahan tersebut, Asep yang mewakili warga menempuh jalur birokrasi agar ditindaklanjuti oleh para pemimpin kebijakan.

"Untuk saat ini, kita tempuh jalur birokrasi dengan berkirim surat ke Bupati Bogor dan Dinas PUPR Kabupaten Bogor terlebih dahulu," ungkapnya.

Selain itu, Asep mengaku akan mengambil tindakan lanjutan apabila aspirasi yang disampaikan tidak didengar oleh pemangku kebijakan.

"8 hari kira-kira tidak mendapat respon yang berarti, kami akan musyawarah dengan warga, ke RT, RW, karang taruna desa juga pegiat wisata untuk memutuskan tindakan selanjutnya," bebernya.

Sebelumnya, pada 20 Maret lalu, seluruh elemen warga meletakkan sebanyak 25 kilogram ikan lele tepat di kubangan jalan yang berlubang sebagai tanda kekecewaan.

Editor: Toni Bramantoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved