Breaking News:

IPW Minta Polda Metro Usut Keributan di Kebayoran Baru, Brimob dan Anggota TNI Jadi Korban 

IPW mendesak Polda Metro Jaya segera menjelaskan kasus ini secara transparan dan segera mengantisipasi agar kasus serupa tidak terus terulang.

Tribunnews.com/ Fransiskus Adhiyuda
Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Presidium Ind Police Watch (IPW) Neta S Pane menyoroti kasus keributan yang menyebabkan anggota polisi tewas ditusuk dan anggota TNI luka-luka di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

"IPW mendesak Polda Metro Jaya segera mengungkapkan secara transparan kasus tersebut. Apa sebenarnya yang terjadi agar kasus ini tidak menjadi teror baru bagi warga Jakarta, " tegas Neta dalam keterangannya, Senin (19/4/2021).

Neta menjelaskan setidaknya ada empat pertanyaan yang muncul dari kasus tewasnya anggota Polri dan lukanya anggota TNI itu.

Baca juga: Viral di Medsos, Anggota TNI Jadi Korban Pengeroyokan di Kebayoran Baru, Pelaku Masih Buron

Baca juga: Dandim Jaksel Akui Seorang Korban Pengeroyokan Anggota TNI

Yakni, benarkah kasus itu berlatarbelakang keributan antar oknum aparatur keamanan.

Benarkah lima dari ketujuh pelaku sudah ditangkap dan yang menangkap adalah aparat militer?

Benarkah korban tewas adalah supir Kabaintelkam Komjen Paulus Waterpau?

Benarkah keributan terjadi saat mereka berada di bar dan berlanjut di luar bar?

"Padahal Kapolri Sigit sudah melarang anggota Polri bergentayangan di tempat hiburan malam setelah ditembaknya anggota TNI oleh oknum polisi di sebuah kafe di Cengkareng, " tutur Neta.

Baca juga: Sandi Serahkan Bukti Pemotongan Dana Insentif ke Kejari Depok, Kadis Damkar Serahkan SPJ ke Polisi

Informasi yang diperoleh IPW, lima dari tujuh pelaku sudah tertangkap.

RMS, PW, MI, MS dan HW, sedangkan dua lagi masih buron.

"Polda Metro Jaya perlu menjelaskan, apakah para pelaku bagian dari oknum aparatur keamanan atau bukan. Aksi pengeroyokan itu sendiri sempat viral di media sosial yang diambil dari sebuah rekaman video CCTV. Anggota TNI-AD dan anggota Brimob Kelapa dua itu ditemukan terkapar di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, " tuturnya.

Kembali IPW mendesak Polda Metro Jaya segera menjelaskan kasus ini secara transparan dan segera mengantisipasi agar kasus serupa tidak terus terulang.

"Jika kasus ini berawal dari tempat hiburan malam, tentunya jadi pertanyaan kenapa tempat hiburan malam masih saja dibiarkan buka hingga pagi hari. Padahal pasca-penembakan anggota TNI di kafe di Cengkareng, para pejabat di Jakarta sibuk mengecam pembiaran tempat hiburan malam buka hingga pagi hari. Hasilnya, tempat hiburan malam tetap saja buka hingga pagi hari dan aparatur keamanan kembali tewas, " imbuhnya. 

Penulis: Yulis Sulistyawan
Editor: Theresia Felisiani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved