Breaking News:

Hari Buruh

Polisi Siagakan 6.394 Personel untuk Pengamanan Hari Buruh Besok

Polisi akan melakukan pengawalan dari jalannya perayaan Hari Buruh Internasional alias Mayday yang jatuh pada Sabtu (1/5/2021).

WARTA KOTA/WARTA KOTA/NUR ICHSAN
KORBAN PHK - Bertepatan dengan peringatan May Day (Hari Buruh Dunia), puluhan buruh PT KBS melakukan unjuk keprihatinan di halaman perusahaan tempat mereka bekerja di Jalan Halim Perdana Kusuma, Kecamatan Benda, Kota Tangerang, Jumat (1/5/2020). Para buruh mengaku telah di phk sepihak oleh pihak perusahaan dan meminta pemerintah untuk menindak perusahaan tersebut serta memperhatikan nasib mereka yang semakin terpuruk di tengah pandemi Covid-19. WARTA KOTA/NUR ICHSAN 

Laporan Reporter Tribunnews.com, Rizki Sandi Saputra

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polda Metro Jaya bersama pihak aparat keamanan gabungan akan melakukan pengawalan dari jalannya perayaan Hari Buruh Internasional alias Mayday yang jatuh pada Sabtu (1/5/2021) besok.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, setidaknya akan ada 6.394 personel gabungan dari TNI-Polri yang akan diterjunkan untuk melakukan pengawalan tersebut.

"Besok tanggal 1, Mayday, biasanya ada unjuk rasa yang sering terpusat di Jakarta sini, kalau perlu kami kawal, ada 6394 personil yg akan kami turunkan gabungan TNI, polri, dan Pemda," tutur Yusri kepada awak media di Polda Metro Jaya, Jumat (30/4/2021).

Baca juga: Buruh Diharapkan Tingkatkan Kapasitas Diri, Lihat Sektor Berpotensi

Lanjut Yusri mengatakan untuk melakukan aksi unjuk rasa besok, pihaknya mengimbau kepada para buruh untuk senantiasa menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Pasalnya kata dia, saat ini tingkat penyebaran virus Covid-19 di Jakarta belum menunjukkan angka penurunan.

Dalam kesempatan tersebut, dirinya juga mengingatkan kepada seluruh masyarakat yang akan melakukan unjuk rasa akan bahayanya pandemi Covid-19 seperti yang terjadi di India.

"Perlu disadari untuk serikat buruh yang turun besok, jangan sampai terjadi seperti negara India. Kita tau India hampir ada 300 ribu ribu yg positif (perhari), yang meninggal 8 ribu lebih," ujarnya.

Kendati begitu, pihaknya mengatakan tidak akan melarang dari adanya unjuk rasa tersebut.

Asalkan kata dia, para buruh yang melakukan unjuk rasa tersebut dapat menerapkan aturan yang berlaku terlebih pada masa pandemi Covid-19 seperti saat ini.

"Kami terima kasih jika ada teman-teman serikat yang mengerti situasi ini pandemi Covid-19. Tapi kami tidak melarang, jika tetap mematuhi prokes dan tertib kami tidak larang," imbuh Yusri.

Adapun lokasi yang akan dijadikan tempat para buruh menggelar aksi unjuk rasa itu, kata Yusri yakni berpusat di sekitaran Patung Kuda, gedung Mahkamah Konstitusi (MK) dan di organisasi buruh internasional (ILO).

Penulis: Rizki Sandi Saputra
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved