Breaking News:

Jawab Problematika Umat, PKDI Dideklarasikan untuk Melakukan Kaderisasi Dakwah

Organisasi Pergerakan Kader Dakwah Indonesia (PKDI) dideklarasikan di Pondok Pesantren (Ponpes) Ihya’ Qalbun Salim Ciputat, Tangsel Banten.

ISTIMEWA
Deklarasi Pergerakan Dakwah Kader Indonesia (PKDI) di Pondok Pesantren (Ponpes) Ihya’ Qalbun Salim di Ciputat, Tangsel Banten, Sabtu (8/5/2021). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Organisasi Pergerakan Kader Dakwah Indonesia (PKDI) dideklarasikan di Pondok Pesantren (Ponpes) Ihya’ Qalbun Salim Ciputat, Tangsel Banten, Sabtu (8/5/2021).

Acara ini digelar bersamaan dengan malam Lailatul Qadar 27  Ramadhan 1442 H/2021 M.

PKDI dihadirkan untuk menjawab problematika dakwah dengan melakukan kaderisasi dakwah, menyiapkan generasi yang terpelajar dan berkeahlian diberbagai bidang agar sanggup menopang umat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menurut MHR Shikkah Songge, satu di antara deklalator PKDI, tokoh-tokoh dan pemimpin Islam Indonesia tidak berada pada shaff yang sama, bahkan tercabik cabik sehingga tidak menjadi kekuatan yang diperhitungkan.

"Keberadaan umat dalam konteks ekonomi politik belum menjadi kekuatan yang dapat diandalkan," ujar MHR yang juga merupakan instruktur NDP HMI Nasional, Senin (10/5/2021).

Baca juga: Polantas Ini Hadapi Kerumunan Pemudik Motor yang Nekat Lawan Arus di Perbatasan Bekasi-Karawang 

M. Harry Naldi, deklarator lainnya menyebut saat ini umat kehilangan teladan dan krisis akhlak, faktor dari adanya ketidakseimbangan IQ-EQ-SQ. 

"Umat terbelah dalam berbagai firqoh dan merasa bangga dengan kelompoknya masing-masing sehingga mengabaikan kebenaran, kebaikan dan kebersamaan yang berkembang pada kelompok lain," ungkap Naldi yang pernah menjadi ketua Umum DPP Gerakan Pemuda ESQ 165.

Senada, Said Amin, deklarator yang juga pernah menjadi Instruktur PII Nasional menyampaikan bahwa problematika tantangan dakwah semakin hebat dan berat seiring dengan kemajuan teknologi yang seperti pisau bermata dua.

Kemajuan mendapatkan akses informasi lintas dunia berdampak negatif dengan perilaku hedonisme dan materialisme yang ditiru dan ditonton dari industri film dan hiburan yang tidak mendidik

Baca juga: Kronologi Penipuan Tabungan Paket Lebaran di Bekasi Terbongkar dari Laporan Polisi Palsu

"Untuk itu kami mohon doa dan dukungan para kyai, tuan guru, habaib, orangtua, senior, abang, kakak dan para sahabat atas Deklarasi Pergerakan Kader Dakwah Indonesia (PKDI) sebagai bagian mata rantai perjuangan umat Islam Indonesia," ujar Naldi yang juga VP Network & Communication Muslimlife, sebuah start up aplikasi pembelajaran Muslim yang berisi content-content dakwah.

Kegiatan acara deklarasi tersebut dirangkai dengan buka puasa dan serah terima donasi untuk adik-adik yatim dhuafa penghafal Qur’an hasil kerjasama dengan Muslimlife-Alhabsyi Peduli-Rumah Sahabat Yatim Salsabila. 

Bagi yang berminat atau ingin bersinergi dengan PKDI dalam melakukan kaderisasi dakwah dan aksi keumatan di segala bidang dapat menghubungi Deklarator PKDI, MHR Shikka Songge di 081385717075, Said Amin di 081363404274.

"Adapun dengan saya bisa menghubungi 085261021259," ujar Naldi.

Serangkaian acara deklarasi tersebut ditutup dengan dukungan dan doa oleh KH DR Muslih Nashoha yang juga aktif di Pengurus Besar Nahdlatul Ulama.

Editor: Theresia Felisiani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved