Breaking News:

Berkaca Kasus Serda Nurhadi, Polisi Diminta Tindak Tegas Aksi Ilegal Debt Collector di Jalanan

Aksi bentak - bentak para debt collector dipandang Sahabat Polisi DKI telah merendahkan marwah dan kehormatan seorang prajurit TNI. 

Tangkap layar YouTube Kompas TV
Hendry Lettemu selaku koordinator para debt collector menyampaikan permohonan maaf pada Serda Nurhadi. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Viral video seorang anggota TNI diadang 11 debt collector saat mengendarai mobil di depan pintu Tol Semper, Jakarta Utara.

Aksi pengadangan itu diduga karena mobil tersebut menunggak cicilan.

Peristiwa ini diketahui terjadi pada Kamis (6/5/2021) kemarin.

Polisi sendiri telah menyelidiki kasus tersebut, dan menemukan fakta bahwa para debt collector itu adalah preman - preman yang direkrut perusahaan kreditur kendaraan.

Mereka juga tak dibekali Sertifikat Profesi Penagihan Pembiayaan (SPPP).

Baca juga: Debt Collector Tersangka Pengepung Serda Nurhadi Minta Maaf, Akui Perilakunya Salah: Saya Menyesal

Menanggapi peristiwa ini, Ketua Sahabat Polisi DKI Jaya Fauzi Mahendra menilai aksi bentak - bentak para debt collector telah merendahkan marwah dan kehormatan seorang prajurit TNI

"Anggota TNI dibentak - bentak seperti itu, ini sangat menurunkan marwah dan kehormatan seorang prajurit," kata Fauzi kepada wartawan, Selasa (11/5/2021). 

Menurutnya, tindakan kepolisian yang mengusut peristiwa tersebut sudah tepat.

Preman - preman maupun debt collector yang tak memiliki landasan hukum saat beraksi, sudah sepatutnya ditindak tegas.

Terlebih lagi, kata dia, sebenarnya anggota TNI tersebut bukan pemilik mobil.

Halaman
123
Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Theresia Felisiani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved