Breaking News:

Ricuh di Green Lake City

Dituntut 18 Tahun Penjara, John Kei : Saya Serahkan Semuanya pada Kuasa Hukum dan Tuhan

Terdakwa John Kei dituntut pidana 18 tahun penjara oleh JPU, dia diberi kesempatan oleh majelis hakim untuk mengajukan pledoi pada Senin (17/5/2021).

Kompas.com/Sonya Teresa
Suasana sidang lanjutan perkara pembunuhan berencana yang menjerat John Kei di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, pada Rabu (24/2/2021). 

Alibinya, John Kei hanya memberi kuasa kepada Daniel Farfar untuk menagih hutang terhadap Nus Kei.

Ia menolak telah memerintahkan pembunuhan berencana atau penyerangan terhadap anak buah Nus Kei.

Tak Pernah Niat Bunuh Nus Kei

Terdakwa pembunuhan John Kei menampik telah berencana membunuh Nus Kei.

Alasannya karena Nus Kei adalah orang kepercayaannya saat ia ditahan di Nusakambangan.

Hal itu diungkapkan John Kei saat menjadi saksi mahkota di persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Kamis (6/5/2021).

Menurut John Kei, meski Nus Kei pernah menghinanya hingga harga dirinya jatuh, John Kei tidak pernah berniat untuk membalas.

"Saya enggak bales, karena dia itu anak buah saya, seorang yang paling saya percaya saat saya di Nusakambangan. Dia yang menggantikan adik saya Tito Refra saat dia meninggal," jelas John Kei kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Rekonstruksi rencana penyerangan kelompok John Kei terhadap kelompok Nus Kei. Rekonstruksi itu dilakukan di Arcici Sport Center, Cempaka Putih, Jakarta Pusat pada Senin (6/7/2020).
Rekonstruksi rencana penyerangan kelompok John Kei terhadap kelompok Nus Kei. Rekonstruksi itu dilakukan di Arcici Sport Center, Cempaka Putih, Jakarta Pusat pada Senin (6/7/2020). (KOMPAS.com/Muhamad Isa Bustomi)

Bahkan kata John Kei, ia pernah berpesan kepada anak-anaknya agar tidak membalas perbuatan Nus Kei.

John Kei mengatakan bahwa Nus Kei dibawanya ke Jakarta dari Ambon sekira tahun 1997.

Halaman
1234
Editor: Theresia Felisiani
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved