Jumat, 29 Agustus 2025

Penanganan Covid

Fakta Lonjakan Covid-19 di Jakarta, Naik 500 Persen dalam Sebulan hingga Langkah Anies Baswedan

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengingatkan kemungkinan Jakarta memasuki fase genting apabila kasus Covid-19 terus mengalami peningkatan. 

Penulis: Daryono
Tribunnews.com/Lusius Genik
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, di Kantor PMI DKI Jakarta, Senin (14/6/2021). 

TRIBUNNEWS.COM - Kasus Covid-19 di DKI Jakarta melonjak drastis dalam sepekan terakhir. 

Terkait lonjakan tersebut, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengingatkan kemungkinan Jakarta memasuki fase genting apabila kasus Covid-19 terus mengalami peningkatan. 

Selain itu, Anies sedang mengkaji untuk mengambil kebijakan rem darurat. 

Dihimpun Tribunnews.com, Senin (14/6/2021), berikut fakta terkait lonjakan kasus Covid-19 di Jakarta:

1. Naik 500 Persen dalam Sebulan

Ketua Satgas Covid-19, Letjen TNI Ganip Warsito, mengatakan dalam sebulan terakhir, jumlah pasien Covid-19 di RSDC Wisma Atlet Jakarta mengalami kenaikan lebih dari 500 persen.

"Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet sebagai buffer dari fasilitas pelayanan pasien Covid-19 terus mengalami tren kenaikan sejak 18 Mei 2021 dan berdasarkan penambahan pasien per 13 Juni 2021 pukul 06.00 WIB terjadi peningkatan pasien lebih dari 500 persen," ujar Ganip, Minggu (13/6/2021), diberitakan TribunJakarta

Baca juga: Anies Baswedan Siapkan Rusun Nagrak di Cilincing Untuk Tampung Pasien Covid-19

Kenaikan kasus Covid-19 ini, kata Ganip, tidak hanya terjadi di Jakarta. 

Secara nasional, kasus Covid-19 juga mengalami peningkatan hingga 53,4 persen setelah tiga minggu pasca Idul Fitri 2021. 

Bahkan, per Kamis (10/6/2021), kenaikan mencapai lebih dari 8.000 kasus sejak 25 Februari 2021.

"Hal ini menunjukkan bahwa tingkat penularan masih tinggi di tengah masyarakat, dan menjadi pengingat untuk lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan," imbuhnya.

Sementara, Komandan Lapangan RSDC Wisma Atlet, Letkol Mar M Arifin, mengatakan data terakhir hingga Minggu pukul 08.00 WIB, ada tambahan 537 pasien baru yang masuk ke RSDC Wisma Atlet.

Sementara jumlah pasien keluar sebanyak 208 orang.

Dengan demikian kata Arifin, total jumlah pasien yang kini dirawat di RSDC Wisma Atlet sebanyak 4.836 orang.

Jumlah ini naik jika dibanding hari sebelumnya 4.519 orang.

2. Anies Wacanakan Ambil Kebijakan Rem Darurat

Atas kenaikan Covid-19 yang terjadi di Jakarta, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mempertimbangkan untuk mengambil kebijakan rem darurat.

Hal itu terpaksa dilakukan apabila kasus Covid-19 terus mengalami kenaikan. 

"Maka diharapkan kondisi pandemi di ibu kota akan lebih terkendali, sehingga Pemprov DKI tidak perlu melakukan tindakan yang drastis, seperti menerapkan kebijakan rem darurat," ucapnya, Senin (14/6/2021), sebagaimana diberitakan TribunJakarta. 

Baca juga: Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Pemerintah Pertebal Jumlah Aparat di Kudus dan Bangkalan 

Untuk diketahui, kebijakan rem darurat bukan hal baru di DKI Jakarta.

Kebijakan berupa pengetatan aktivitas itu pernah dilakukan Anies pada September 2020 dan Februari 2021 lalu.

Dalam kedua kesempatan itu, kebijakan rem darurat terbukti efektif dalam menekan laju penularan Covid-19 di ibu kota.

Dikatakan Anies, data menunjukkan kasus Covid-19 di Jakarta meningkat tajam dalam sepekan terakhir.

Dari pekan sebelumnya atau pada 6 Juni 2021 sebanyak 11.500 kassus, kini melonjak menjadi 17.400 kasus.

3. Potensi Masuki Fase Genting

Anies menyebut DKI Jakarta berpotensi memasuki fase genting seperti yang pernah terjadi pada awal 2021.

"Bila kondisi sekarang tak terkendali, kita akan masuk fase genting, jika itu terjadi maka kita harus ambil langkah drastis, seperti yang pernah dialami bulan September 2020 dan Februari lalu," kata Anies. 

"Kami inginkan peristiwa itu tak berulang lagi," imbuhnya. 

Agar hal itu tak terulang lagi, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini mengingatkan masyarakat untuk disiplin menjalankan protokol kesehatan.

4. Pasang Target Vaksinasi 100 Ribu Warga per Hari

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memasang target 100 ribu warga ibu kota divaksin setiap harinya.

Target ini dipasang Anies guna mempercepat proses vaksinasi bagi warga DKI Jakarta.

Sebab, Anies diberi target 7,5 juta warga DKI harus sudah divaksin hingga akhir Agustus 2021 oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Insya Allah per hari kami targetkan 100 ribu rata-rata, sehingga di akhir Agustus akan ada 7,5 juta penduduk Jakarta sudah mendapatkan vaksin," ucapnya, Senin (14/6/2021).

Baca juga: Kasus Covid-19 Naik Lagi, Pemerintah Tingkatkan Kapasitas Rumah Sakit di Zona Merah

Anies mengungkapkan, sampai saat ini sudah ada 2.890.000 warga DKI yang telah menerima vaksin Covid-19.

Pemprov DKI pun menargetkan hingga akhir Juni nanti ada tiga juta warga divaksin.

"Saat ini sudah hampir tuga jutaan, kita perlu menambah 4,5 juta lagi."

"Dengan penambahan ini tercapai angka 7,5 juta sehingga kita bisa berada dalam situasi Insya Allah herd immunity," ujarnya.

Untuk program vaksinasi bagi lansia, Anies mengatakan, progresnya sampai saat ini telah mencapai 72 persen.

Lansia memang menjadi salah satu kelompok masyarakat yang diprioritaskan dalam program vaksinasi ini.

Sebab, tingkat kematian atau fatality di kelompok umur 60 tahun ke atas sangat tinggi.

Dengan program vaksinasi ini, diharapkan kekebalan tubuh para lansia itu bisa terbentuk, sehingga angka kematian bisa terus ditekan.

"Karena sudah mendapatkan vaksin, sehingga mereka tidak mengalami gejala berat lagi," kata Anies.

(Tribunnews.com/Daryono) (TribunJakarta/Dionisius Arya Bima Suci)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan