Breaking News:

Pesawat Hilang Kontak di Intan Jaya

Kopilot Rimbun Air Sempat Video Call dengan Istri Sebelum Pesawatnya Jatuh di Papua

Keluarga Kopilot Rimbun Air, Muhammad Fajar Dwi Saputra mengaku terkejut atas insiden jatuhnya Pesawat Rimbun Air PK-OTW. 

TribunJakarta/Yusuf Bachtiar
Keluarga saat menunjukkan foto semasa hidup Copilot Mohammad Fajar Dwi Saputra di rumah duka, Kampung Bojong Rawa Lele, Kelurahan Jatimakmur, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, Kamis (16/9/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNNEWS.COM, BEKASI - Keluarga Kopilot Rimbun Air, Muhammad Fajar Dwi Saputra mengaku terkejut atas insiden jatuhnya Pesawat Rimbun Air PK-OTW. 

Pesawat kargo tersebut dinyatakan jatuh di hutan dalam di Distrik Sugapa, Intan Jaya, Papua, setelah hilang kontak pada Rabu (15/9/2021) pukul 07.37 WIT. 

Kopilot Rimbun Air Mohammad Fajar Dwi Saputra (26) meninggal dunia dalam insiden tersebut.

Sri Purwati (54) ibunda Fajar mengatakan, Kopilot muda berusia 26 tahun tersebut tewas meninggalkan seorang istri dan bayi laki-laki berusia 10 bulan.

"Sudah menikah, punya seorang putra baru umur 10 bulan," kata Sri saat dijumpai di rumah duka Kampung Bojong Rawa Lele, Kelurahan Jatimakmur, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, Kamis (16/9/2021).

Baca juga: Pemkab Intan Jaya Tegaskan Pesawat Rimbun Air Jatuh Bukan karena Diserang OPM

Sebagai ayah, Fajar sangat peduli dengan keluarga.

Bahkan setiap hendak terbang, ia selalu menyempatkan berkomunikasi dengan istri dan anaknya.

"Anak saya selalu intens komunikasi, terutama sama istri dan anaknya, jadi setiap dia mau terbang atau landing dia sempatkan video call," ucapnya.

Bahkan sebelum penerbangannya yang terakhir, kebiasaan Fajar menelfon istrinya tetap dilakukan.

Halaman
12
Editor: Hasanudin Aco
Sumber: TribunJakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved