Breaking News:

Soal Bayi 10 Bulan yang Jadi Manusia Silver, Mensos Risma: Anak dan Ibunya Sudah Ada di Balai Kami

Menteri Sosial, Tri Rismaharini, angkat bicara soal bayi berusia 10 bulan yang dijadikan manusia silver di Tangerang Selatan.

Istimewa
Menteri Sosial Tri Rismaharini. 

TRIBUNNEWS.COM - Menteri Sosial, Tri Rismaharini, angkat bicara soal bayi berusia 10 bulan yang dijadikan manusia silver di Tangerang Selatan.

Risma menyebut sang ibu dan bayi tersebut sudah dibawa ke Balai Kementerian Sosial.

Menurut Risma, nantinya sang ibu akan diberi pemberdayaan agar dia bisa bekerja tanpa harus meninggalkan anaknya.

"Si anak dan ibuknya sudah ada di balai kami. Ya pokoknya di balai kami. Nanti kita akan lakukan pemberdayaan untuk ibunya supaya ibunya tidak meninggalkan anaknya, namun dia bisa berusaha."

Baca juga: POPULER REGIONAL Viral Foto Bayi Manusia Silver di Tangerang | Remaja di Kediri Habisi Pacarnya

"Kami kan punya sentranya, dia bisa bekerja di situ tanpa harus meninggalkan bayinya," kata Risma dalam tayangan video di kanal YouTube Kompas TV, Selasa (28/9/2021).

Lebih lanjut, Risma mengatakan selama ini sang ibu harus menitipkan anaknya kepada orang lain karena bekerja.

Hingga akhirnya bayi tersebut dijadikan manusia silver oleh teman sang ibu yang dimintai tolong untuk menjaga si bayi selama bekerja.

Oleh karena itu, Risma memutuskan untuk membawa ibu dan bayinya ke Balai Kementerian Sosial.

Baca juga: Mensos Risma Bakal Kumpulkan Manusia Silver untuk Diberdayakan

"Karena selama ini dititip-titipkan karena ibunya harus bekerja. Bekerja dan sebagainya sebagai pengemis. Ibunya kita ajak ke balai, kita siapkan kerjaan untuk ibunya sehingga dia tidak harus menitipkan bayinya," terang Risma.

Diketahui sebelumnya, beredar sebuah video viral di sosial media yang memperlihatkan seorang bayi laki-laki berusia 10 bulan dijadikan manusia silver.

Bayi tersebut dibawa oleh seorang wanita dan diajak meminta-minta di kawasan Pamulang, Tangerang Selatan.

Baca juga: VIRAL Bayi 10 Bulan Jadi Manusia Silver, Dokter Anak: Jangan Libatkan Anak Dengan Hal Membahayakan

Tanggapan Dokter Anak Soal Bayi Jadi Manusia Silver

Diberitakan sebelumnya, Dokter Spesialis Anak, RS Kasih Ibu Solo, dr MN Ardi Santoso SpA, turut menanggapi viralnya seorang bayi berusia 10 bulan yang dijadikan sebagai manusia silver di Pamulang, Tangerang Selatan.

Dokter Ardi mengaku prihatin dengan kondisi bayi tersebut.

Pasalnya, bayi yang masih berusia 10 bulan ini harus di cat menggunakan bahan yang membahayakan untuk bayi, serta dijadikan objek untuk meminta uang.

"Sangat prihatin dengan kondisi tersebut. Karena bayi dicat dengan bahan yang bisa membahayakan. Dan dijadikan objek untuk meminta-minta uang," kata Dokter Ardi kepada Tribunnews.com, Senin (27/9/2021)

Foto seorang bayi diwarnai tubuhnya hingga menyerupai manusia silver viral di media sosial.
Foto seorang bayi diwarnai tubuhnya hingga menyerupai manusia silver viral di media sosial. (Instagram @tangsel_update)

Baca juga: VIRAL Bayi 10 Bulan di Tangerang Selatan Dijadikan Manusia Silver, KPAI: Anak Harusnya Dilindungi

Menurut Dokter Ardi, kulit bayi masih sangat sensitif, sehingga bahan cat silver yang digunakan akan berisikp terjadi dermatitis kontak atau infeksi kulit.

Selain itu bayi yang dicat silver ini juga bisa mengalami kerusakan kulit.

"Kulit bayi itu sangat sensitif, bahan yang digunakan untuk membuat bayi menjadi silver itu berisiko terjadinya dermatitis kontak. Atau infeksi terhadap kulit bayi, bisa rusak kulit bayinya," terang Dokter Ardi.

Untuk itu Dokter Ardi menganjurkan agar si bayi dibawa ke dokter agar bisa diperiksa dan mendapatkan terapi yang sesuai.

Baca juga: VIRAL Pensiunan Polisi Terciduk Razia saat Mengemis Jadi Manusia Silver, Begini Kisah di Baliknya

Dokter Ardi menyadari kondisi sekarang yang memang sedang sulit, tapi ia meminta agar orang tua tidak melibatkan anak dengan hal-hal yang membahayakan.

Selain itu, Dokter Ardi juga mengajak para orang tua untuk bisa memenuhi hak anak agar bisa hidup sehat dan aman.

Agar nantinya bisa tumbuh dan berkembang secara optimal.

"Hidup memang sedang susah, tapi tolong jangan libatkan anak dengan hal-hal yang membahayakan anak. Mari kita penuhi hak-hak anak untuk bisa hidup sehar dan aman supaya tumbuh kembangnya menjadi optimal," pungkasnya.

(Tribunnews.com/Faryyanida Putwiliani)

Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved