Bursa Capres

Wagub DKI Bantah Tudingan Anies Baswedan Minta Dana ke Bloomberg untuk Pilpres 2024

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Riza Patria klarifikasi soal tudingan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan minta dana ke Bloomberg untuk Pilpres.

Tribunnews/Irwan Rismawan
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan memberikan keterangan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Selasa (21/9/2021). Anies Baswedan diperiksa KPK selama 5 jam sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi pengadaan lahan di Munjul, Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur pada tahun 2019 dengan tersangka Yorry Corneles Pinontoan. Tribunnews/Irwan Rismawan 

TRIBUNNEWS.COM - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengklarifikasi soal tudingan Gubernur Anies Baswedan meminta dana ke Bloomberg untuk Pilpres 2024.

Menurut Ariza, tudingan Anies meminta dana tidak benar.

Ariza menyebut, surat yang dikirim Anies kepada Bloomberg adalah bentuk kolaborasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan pihak lain demi mewujudkan budaya hidup sehat.

"Tidak ada permintaan dana, ini justru komitmen kita sebagai kota kolaborasi yang ingin memastikan Jakarta bergabung dengan kota-kota dunia lainnya menjadi kota yang sehat," kata Ariza saat ditemui di Balai Kota, Senin (4/10/2021), dikutip dari Tribun Jakarta.

Baca juga: Pernyataan Giring soal Anies Pembohong Dinilai sebagai Cara PSI Dapat Atensi Publik

Politikus Gerindra ini juga membantah larangan memajang rokok di etalase minimarket sebagai bentuk upaya Anies agar Bloomberg mau mengucurkan dananya.

Ariza menyebut, kebijakan itu dibuat sebagai bentuk komitmen Pemprov DKI terhadap kesehatan seluruh warganya.

"Kita tahu rokok dapat mengakibatkan menurunnya kesehatan, sekali lagi, merokok itu tidak sehat," jelas Ariza.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (2/9/2021).
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (2/9/2021). (Tribunnews.com/Danang Triarmojo)

"Kami minta warga Jakarta untuk dapat hidup sehat, hindari konsumsi yang dapat mengakibatkan kesehatan menurun," sambungnya.

Ia pun menegaskan, pihaknya tak pernah melarang pedagang menjual rokok kepada masyarakat dewasa.

Ariza menyebut, kebijakan yang dibuat Anies sebatas hanya melarang minimarket memajang rokok dan memasang iklan rokok di muka umum.

Baca juga: Waket DPD RI Puji Keputusan Anies Menerima Keputusan Pengadilan Terkait Polusi Udara Ibu Kota

"Prinsipnya Pak Anies ingin memastikan Jakarta jadi kota yang sehat, salah satunya jadi kota yang sehat, warganya sehat."

"Ya kita harus membatasi perokok, apalagi bagi anak-anak tidak diperkenankan," kata Ariza.

Seperti diketahui, tudingan Anies meminta dana kepada pihak asing untuk kampanye dirinya dalam Pilpres 2024 mendatang ramai diperbincangan publik akhir-akhir ini.

Tudingan tersebut mencuat setelah surat yang dikirim Anies untuk Michael Bloomberg tersebar di media sosial.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan meninggalkan gedung KPK usai menjalani pemeriksaan, di Jakarta, Selasa (21/9/2021). Anies Baswedan diperiksa KPK selama 5 jam sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi pengadaan lahan di Munjul, Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur pada tahun 2019 dengan tersangka Yorry Corneles Pinontoan. Tribunnews/Irwan Rismawan
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan meninggalkan gedung KPK usai menjalani pemeriksaan, di Jakarta, Selasa (21/9/2021). Anies Baswedan diperiksa KPK selama 5 jam sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi pengadaan lahan di Munjul, Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur pada tahun 2019 dengan tersangka Yorry Corneles Pinontoan. Tribunnews/Irwan Rismawan (Tribunnews/Irwan Rismawan)
Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved