Breaking News:

Virus Corona

Usut Kaburnya Rachel Vennya dari Wisma Atlet, Kapolda: Kami akan Bongkar Mafia Karantina

Polda Metro Jaya menanggapi serius kaburnya selebriti Rachel Vennya saat karantina seusai pulang berlibur dari Amerika Serikat beberapa waktu lalu.

Instagram @rachelvennya
Rachel Vennya tiba di Bali pada 26 September 2021 untuk merayakan ulang tahun bersama keluarga, kekasih, dan teman-temannya. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polda Metro Jaya menanggapi serius kaburnya selebriti Rachel Vennya saat karantina seusai pulang berlibur dari Amerika Serikat beberapa waktu lalu.

Rachel diduga dibantu oleh seorang oknum anggota TNI agar bisa menyelesaikan karantina yang semestinya 8 hari menjadi 3 hari saja.

Dugaan kaburnya Rachel kini tengah diselidiki Polda Metro Jaya.

Kapold Metro Jaya, Irjen Pol Fadil Imran mengatakan pihaknya saat ini menyelidiki kaburnya Rachel dari di RSDC Pademangan Wisma Atlet.

Polisi berencana memanggil Rachel untuk dimintai klarifikasi perihal karantina yang tak sesuai prosedur penanganan Covid-19.

"Kami akan mengusut tuntas tanpa pandang bulu terhadap siapa saja yang terlibat dalam mafia karantina," kata Fadil di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (18/10/2021).

Baca juga: Polda Metro Jaya Minta Rachel Vennya Kamis Nanti Hadir Penuhi Panggilan untuk Klarifikasi

Untuk mengusut kaburnya Rachel dari karantina, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya telah menjadwalkan pemeriksaan terhadap Rachel Vennya pekan ini.

Surat panggilan pemeriksaan Rachel pun telah dilayangkan hari ini kepada selebgram tersebut.

"Hari ini sudah dilayangkan surat panggilan klarifikasi kepada RV," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (18/10/2021).

Polisi menyebut ada indikasi pelanggaran dan tindak pidana dari kaburnya Rachel Vennya yang seharusnya menjalani karantina selama 8 hari.

Rachel akan dimintai keterangan untuk diklarifikasi di Polda Metro Jaya pada Kamis 21 Oktober mendatang.

"Sudah dijadwalkan untuk klarifikasi di hari Kamis 21 Oktober besok," tambah Yusri.

Yusri menjelaskan bahwa pihaknya akan menyelidiki kasus ini hingga tuntas karena ada dugaan pelanggan Undang-Undang Kekarantinaan. 

Kaburnya Rachel Vennya sebelumnya disebut oleh Satgas Penanganan Covid-19 telah melanggar aturan karantina bagi warga negara Indonesia yang kembali ke Tanah Air usai pergi dari luar negeri.

"Ada aturan karantina 8 hari tapi yang bersangkutan tidak laksanakan, ini akan kita proses untuk dilidik," tegas Yusri.
 

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved