Breaking News:

Dinas LH DKI Siagakan 8.900 Personel Demi Atasi Sampah Musim Hujan

Fokus penanganan sampah di DKI ada pada setiap pintu air, waduk atau embung, serta saluran - saluran pada area pemukiman warga.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Sejumlah alat berat melakukan pengerukan sampah dan sedimen lumpur di Kali Mookevart Daan Mogot, Jakarta Barat, Kamis (7/9/2021). Pemprov DKI Jakarta melakukan program gerebek lumpur atau pengerukan yang bertujuan untuk pencegahan dan penanggulangan banjir untuk wilayah Jakarta dan Tangerang saat musim hujan tiba. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta menyiagakan 8.945 personel untuk menangani sampah di musim hujan.
Selain personel, sarana dan prasarana pendukung turut disiagakan.

Kepala Dinas LH DKI Jakarta, Asep Kuswanto mengatakan sarana dan prasarana pendukung yang disiapkan meliputi 1.543 unit truk sampah, 118 unit alat berat, 47 kendaraan penyapu jalan, 33 bus toilet, 35 toilet portable, dan 50 set kubus apung.

Ia menyebut pihkanya juga telah memetakan titik lokasi yang kerap jadi tempat penumpukan sampah.

"Pemetaaan titik penanganan sampah juga sudah kita lakukan," terang Asep dalam keterangannya, Selasa (19/10/2021).
Adapun lokasi yang teridentifikasi sebagai titik penumpukan sampah di musim hujan antara lain, Kali Ciliwung mulai dari ruas kali Ciliwung di Jagakarsa hingga Kali Ciliwung jembatan TB Simatupang.

Titik selanjutnya yakni Kali Ciliwung Kalibata, Kali Ciliwung Kampung Pulo, Kali Ciliwung Manggarai, Kali Ciliwung BKB Petamburan, Kali Ciliwung Season City, dan terakhir Kali Ciliwung BKB Kalijodo menuju muara.

Selain aliran Kali Ciliwung, Dinas LH DKI juga mengantisipasi penumpukan sampah di Kali Pesanggrahan, Kali Baru Barat, dan Kali Baru Timur.

Humas Dinas LH DKI Yogi Ikhwan mengatakan fokus penanganan sampah ada pada setiap pintu air, waduk atau embung, serta saluran - saluran pada area pemukiman warga.

"Fokus penanganan sampah adalah di setiap pintu air, waduk atau embung. Kemudian di saluran penghubung dan di pemukiman warga," kata Yogi.
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved