Teror di Rumah Ibunda Veronica Koman

Brigjen Rusdi Hartono: Ledakan di Rumah Orangtua Veronica Koman Bukan Kasus Terorisme

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono memastikan kasus ledakan di rumah orang tua Veronica Koman bukan berasal dari pelaku terorism

Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Johnson Simanjuntak
TRIBUNNEWS.COM/DANANG TRIATMOJO
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (15/1/2021). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono memastikan kasus ledakan di rumah orangtua Veronica Koman bukan berasal dari pelaku terorisme

Apalagi, kata Rusdi, ledakan yang terjadi di kediaman aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) itu hanya berupa petasan.

Diduga, tindakan ini dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

"Dari apa yang didapat tidak menjurus ke sana (terorisme). Karena bahan peledaknya informasi pun itu hanya petasan saja yang diledakkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab," kata Rusdi di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (10/11/2021).

Rusdi mengaku tidak mengetahui motif pelaku meledakan petasan di rumah orang tua Veronica Koman. Dia bilang, motif baru bisa diketahui usai pelaku tertangkap.

"Kalau ingin mengetahui motif itu semua artinya harus diketahui dulu siapa pelakunya. Setelah pelakunya diketahui baru kita dapat mengetahui motifnya. Polri tidak berandai-andai terhadap motif daripada suatu tindakan," ujar dia.

Ia menyampaikan kasus ini masih ditangani oleh Polda Metro Jaya. Adapun kasus ini masih dalam tahapan penyelidikan.

Baca juga: Inilah Tampang Dua Terduga Pelaku Lempar Benda Misterius di Rumah Orangtua Veronica Koman

"Segala sesuatu yang telah melanggar hak warga negara tentu akan ditangani Polri, termasuk juga yang terjadi kemarin di Jakbar. Polda Metro sedang menyelidiki kasus itu. Kita tunggu bagaimana hasil dari penyelidikan Polda Metro Jaya khususnya Polres Jakbar terhadap kasus tersebut masih berjalan," tukasnya.

Sebagai informasi, pemilik rumah alias orang tua Veronica Koman tiba-tiba mendengar suara ledakan saat berada di toilet.

Saat keluar untuk melihat situasi, pemilik mendapati ada serpihan ledakan berwarna merah yang merusak pagar rumah.

Diketahui, ada secarik kertas dilaminating yang berada di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Tulisan yang diatasnamakan Laskar Militan Pembela Tanah Air itu berisi ancaman terhadap Veronica.

Inti dari tulisan itu adalah keselamatan Veronica terancam jika pihak kepolisian tak mampu menangkap sang aktivis.
 

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved