Breaking News:

Sumur Resapan Tak Efektif Kendalikan Banjir, DPRD DKI Minta Teruskan Program Normalisasi Sungai

DPRD DKI Jakarta menyebut upaya paling efektif untuk mengendalikan banjir di ibu kota adalah meneruskan program normalisasi atau pelebaran sungai.

Tribunnews/Jeprima
Suasana permukiman padat penduduk di bantaran Sungai Ciliwung, Manggarai, Jakarta Selatan, Kamis (11/3/2021). Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria mengungkap, upaya normalisasi sungai kerap terkendala permasalahan pembebasan lahan. Dalam periode 2019-2020 Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah membebaskan lahan di bantaran Sungai Ciliwung seluas 7,6 kilometer. Tribunnews/Jeprima 

Laporan wartawan tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - DPRD DKI Jakarta menyebut upaya paling efektif untuk mengendalikan banjir di ibu kota adalah meneruskan program normalisasi atau pelebaran sungai atau kali.

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Ida Mahmudah mengatakan Pemprov DKI perlu kembali menggalakkan program tersebut untuk tahun anggaran 2022. Harapannya, normalisasi bisa lebih banyak menampung air dari hujan lokal atau air kiriman dari hulu.

Baca juga: Ini Cara Mengatasi Ketika Mobil Anda Terendam Banjir, Jangan Paksa untuk Distarter

Baca juga: Kelurahan Bambu Apus Dirikan Posko Banjir Antisipasi Tingginya Curah Hujan di Akhir Tahun

"Normalisasi yang paling benar menurut saya, kalau itu dijalankan dengan baik, pasti pengurangan banjir akan signifikan. Itu paling efektif karena sifatnya bisa menampung air lebih banyak," kata Ida, Sabtu (4/12/2021).

Sementara program yang tepat untuk pesisir pantai utara Jakarta adalah pembangunan tanggul kokoh. Pembangunan tersebut dinilai bisa menekan kerugian materil warga seminim mungkin akibat banjir rob.

Jalan Kemang Raya, Jakarta Selatan, terendam banjir hingga 2 meter, Sabtu (20/2/2021), akibat hujan deras yang mengguyur sejak dini hari.
Jalan Kemang Raya, Jakarta Selatan, terendam banjir hingga 2 meter, Sabtu (20/2/2021), akibat hujan deras yang mengguyur sejak dini hari. (KOMPAS.com/IHSANUDDIN)

"Kalau di pesisir utara, tetap efektifnya tanggul. Sebab setiap ada rob selalu banjir. Jadi solusinya pembuatan tanggul yang kokoh sesegera mungkin," terangnya.

Menurutnya, menggalakkan program penanganan banjir tersebut harus jadi prioritas karena sumur resapan atau drainase vertikal yang selama ini dibuat Pemprov DKI tidak efektif mengendalikan banjir. Sehingga akhirnya diputuskan dihapus untuk tahun depan.

"Waktu finalisasi atau pembahasan anggaran dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), banyak komplain dari anggota Banggar bahwa ada beberapa titik, menurut mereka, pembangunan sumur resapan ini tidak efektif, yang akhirnya diputuskan oleh Banggar, dinolkan," pungkas dia.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved