Pembelajaran Tatap Muka

Covid-19 Melonjak Signifikan, Kota Bekasi dan Bogor Hentikan PTM 100 Persen, di Depok Lanjut Terus

Meningkatnya kasus Covid-19 membuat PTM di Kota Bekasi dan Bogor dihentikan, sementara di Kab Bekasi bakal di evaluasi dan di Depok jalan terus. 

Dwi Putra Kesuma/ Tribun Jakarta
Simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) murid kelas 1 di SDN 6 Beji, Kota Depok, Selasa (28/9/2021). 

TRIBUNNEWS.COM, BEKASI - Di tengah lonjakan Covid-19 termasuk varian omicron dalam beberapa hari terakhir.

Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen di daerah penyangga ibu kota ada yang dihentikan.

Seperti yang terjadi di Kota Bekasi dan Kota Bogor.

Sementara itu, Kota Depok tetap meneruskan PTM 100 persen meski banyak temuan kasus covid-19 di sekolah.

Lalu di Kabaupaten Bekasi, tengah dilakukan evaluasi PTM.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah angkat bicara, dia meminta PTM dievaluasi.

Siswa mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di SDN Cipinang Melayu 05, Jakarta Timur, Senin (3/1/2022). Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi menerapkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dengan kapasitas 100 persen di seluruh sekolah dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Proses PTM 100 persen murid setiap kelas ini sudah diberlakukan seperti belajar mengajar umumnya sebelum ada pandemi Covid-19. Hanya saja, waktu proses belajar mengajar kali ini masih dibatasi. Tribunnews/Jeprima
Siswa mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di SDN Cipinang Melayu 05, Jakarta Timur, Senin (3/1/2022). Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi menerapkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dengan kapasitas 100 persen di seluruh sekolah dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Proses PTM 100 persen murid setiap kelas ini sudah diberlakukan seperti belajar mengajar umumnya sebelum ada pandemi Covid-19. Hanya saja, waktu proses belajar mengajar kali ini masih dibatasi. Tribunnews/Jeprima (Tribunnews/JEPRIMA)

Pemkot Bekasi Hentikan PTM Selama 14 Hari Kedepan

Meningkatnya kasus Covid-19 di Kota Bekasi, membuat Plt Wali Kota Bekasi Tri Adhianto memutuskan untuk melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Ini artinya, pembelajaran tatap muka (PTM) dihentikan selama 14 hari ke depan.

Hal itu disampaikan Mas Tri sapaan akrab Tri Adhianto setelah melakukan rapat koordinasi dengan Gubernur Jawa Barat untuk meminta izin mengubah pembelajaran tatap muka (PTM) menjadi PJJ ditengah meningkatnya kasus Covid-19.

"Kemarin berdasarkan rapat dengan pak Gubernur kita meminta izin untuk melakukan kegiatan PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) jadi beliau prinsipnya mendukung," kata Tri Adhianto, Selasa (1/2/2022).

Baca juga: Gubernur DKI Anies Minta Warganya Tak Panik Sikapi Lonjakan Covid-19, Mengapa ?

Dikatakan Politikus PDP-Perjuangan itu, jika PJJ ini akan mulai dilakukan pada Rabu (2/2/2022) ditingkat SD dan SMP.

Sementara untuk tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) pihaknya memberikan imbauan agar juga melaksanakan PJJ selama 14 hari kedepan.

"Mulai besok sudah PJJ lagi, ini juga untuk SD, SMP. Kita juga imbau untuk SMA untuk melakukan PJJ 14 hari," katanya.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved