Banyak PR Jika Ingin Jadikan Manggarai Stasiun Sentral: Akses Jalan Sempit, Lahan Parkir Terbatas

Akses jalan dan kapasitas jalan di sekitar Stasiun Manggarai tidak jauh berbeda dengan di Stasiun Gambir.

Tribunnews.com/Fersianus Waku
Suasana penumpang KRL di Stasiun Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (31/5/2022). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dennis Destryawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) mengingatkan adanya sejumlah permasalahan yang berpotensi mengganggu fungsi Stasiun Manggarai jika stasiun ini hendak dijadikan sebagai stasiun sentral untuk kereta rel listrik (KRL), kereta bandara, dan stasiun kereta api jarak jauh.

Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan MTI Pusat Djoko Setijowarno menjelaskan, permasalahan paling mendesak adalah akses menuju Stasiun Manggarai yang kurang memadai, yakni akses jalan sempit dan lingkungan sekitar stasiun yang padat, semrawut dan tidak teratur.

"Ruas jalan Tambak dan Jalan Manggarai Utara adalah jalan sempit. Selain itu, terdapat beberapa titik penyempitan jalan yang menjadi penyebab kemacetan. Antara lain di terowongan lintas bawah Manggarai, area drop off depan stasiun dan jembatan dekat pintu air," ujar Djoko dalam keterangannya, Senin (6/6/2022).

Karena itu, pemerintah harus menuntaskan persoalan tersebut. Satu di antaranya memikirkan daya tampung Stasiun Manggarai.

Petugas mengarahkan penumpang commuter line yang masih bingung atas perubahan jalur kereta di Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan, Senin (30/5/2022). PT Kereta Api Indonesia (KAI) melalui anak usahanya, PT Kereta Commuter Indonesia telah melakukan perubahan rute perjalanan Kereta Rel Listrik (KRL) sejak Sabtu, 28 Mei 2022. Perubahan tersebut dilakukan seiring rencana pelaksanaan switch over (SO) ke-5 di Stasiun Manggarai. Warta Kota/Henry Lopulalan
Petugas mengarahkan penumpang commuter line yang masih bingung atas perubahan jalur kereta di Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan, Senin (30/5/2022). (Warta Kota/Henry Lopulalan)

Akses jalan dan kapasitas jalan di sekitar Stasiun Manggarai tidak jauh berbeda dengan di Stasiun Gambir. Diingatkan juga soal luasan lahan parkir perlu untuk kendaraan bermotor dan tidak bermotor.

Djoko menerangkan, jika Stasiun Manggarai disiapkan sebagai pusat perlintasan kereta bandara dan kereta listrik commuter line (KRL) maka fungsi Stasiun Gambir akan beralih menjadi stasiun biasa sebagaimana stasiun lain yang dilintasi KRL.

Stasiun Manggarai adalah stasiun sentral yang pengembangannya masih memungkinkan berdasarkan pertambahan frekuensi jumlah perjalanan KA, meliputi KRL, KA Jarak Jauh maupun Kereta Bandara.

Dengan pemusatan di Stasiun Manggarai, Djoko mengatakan bottleneck berupa perlambatan headway atau akses satu kereta ke kereta selanjutnya untuk masuk ke stasiun berikutnya tidak akan terjadi seperti sekarang ini.

"Sekarang ini bottleneck-nya itu ketika KRL mau masuk Stasiun Manggarai, harus menunggu kereta yang lain lewat dulu. Katakanlah kereta jarak jauh atau kereta barang. Ke depan tidak akan seperti itu," imbuh Djoko.

Tampak salah satu eskalator tujuan Depok-Nambo-Bogor sedang tak berfungsi di Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan, Rabu (1/6/2022).
Eskalator tujuan Depok-Nambo-Bogor sedang tak berfungsi di Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan, Rabu (1/6/2022). (Tribunnews.com/Fersianus Waku)

Kemudian, menurut Djoko, di Stasiun Gambir juga masih terlihat, ke depan tidak akan lama menunggunya untuk kereta listrik. Peralihan sinyal atau switch over adalah salah satu upaya menata lalu lintas kereta di dalam Stasiun Manggarai.

Baik itu KRL, kereta jarak jauh, kereta bandara pun bisa dipusatkan di Stasiun Manggarai. Karena pengembangan Stasiun Manggarai memang didesain untuk perencanaan pengembangan jika kapasitas penumpang sudah semakin tinggi.

"Kendati demikian, yang perlu diperhatikan jika Stasiun Manggarai menjadi pusat perlintasan dan persinggahan kereta maka akses atau jangkauannya perlu ditambah," kata Djoko.

Baca juga: Penumpang Transjakarta yang Naik dari Halte Manggarai Naik 18 Persen

Djoko berujar, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta perlu dilibatkan. Sebab, masyarakat dari Bogor, Depok, Tangerang yang memanfaatkan KRL dominan bekerja di Jakarta.

Halaman
123
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved