Dijanjikan Kerja di Korsel, Warga Banyumas Tak Kunjung Berangkat, Sudah Bayar Rp 125 Juta 

korban dijanjikan akan berangkat ke negeri gingseng Korea Selatan dalam jangka waktu 3 bulan dan sudah bayar uang ratusan juta tapi gagal berangkat.

tribunlampung.co.id/dodi kurniawan
Ilustrasi Penipuan. 

TRIBUNNEWS.COM, CILACAP - Niat hati ingin bekerja di luar negeri atau menjadi pekerja migran Indonesia (PMI) pupus.

Seorang pria berinisial BH (27) warga Desa Wlahar, Wangon, Banyumas, Jawa Tengah malah kena tipu.

Walhasil uang ratusan juta raib dibawa pelaku.

Wakapolres Cilacap, Kompol Suryo Wibowo mengatakan bahwa korban mendaftar untuk bekerja ke luar negeri kepada pelaku berinisial T.

Kasus penipuan itu bermula pada 10 Juli 2019, ketika korban BH (27) mendaftar untuk menjadi TKI di Kantor PT Jasdaf Putra Samudra yang beralamat di Jalan Damar, Kelurahan Tritih Kulon, Cilacap Utara, Kabupaten Cilacap.

BH (27) mendaftar dengan membayar uang secara bertahap kepada T yang total keseluruhanya adalah Rp 125 juta.

"Awalnya korban mendaftar menjadi TKI (tenaga kerja Indonesia) kepada pelaku berinisial T. Ketika mendaftar, ia juga membayar uang kepada T secara bertahap yang jumlahnya Rp 125 juta," kata Suryo dalam keterangan tertulis yang diterima Tribunbanyumas.com, Sabtu (4/5/2022).

Baca juga: Bawa Karung Curi Cabai di Desa Meri Purbalingga, Kakek 62 Tahun Digelandang ke Kantor Polisi 

Baca juga: Tertangkap Tangan Curi Kucing Persia, Ibu dan Anak di Cilacap Terancam 7 Tahun Penjara 

Diketahui, korban juga dijanjikan akan berangkat ke negeri gingseng Korea Selatan dalam jangka waktu 3 bulan.

Namun pada kenyataanya setelah menunggu 3 bulan korban tidak kunjung berangkat.

Tujuan calon negara korban juga semat berubah ke Australia

Namun hingga saat ini, korban belum juga berangkat.

"Korban dijanjikan dalam 3 bulan akan berangkat ke Korea, namun tidak jadi berangkat. Kemudian sempat dipindah untuk berangkat ke Australia namun hingga saat ini juga tidak berangkat," jelas Suryo.

Selain BH (27) yang menjadi korban penipuan, dua teman korban yang mendaftar kerja ke Australia juga memiliki nasib sama.

Sama seperti BH (27) kedua temannya juga mendaftar dengan membayar sejumlah uang.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved