Tutup Gebyar UMKM, Fatayat NU Kota Tangerang Bicara Karakter Kuat dan Mandiri Perempuan

Ketua Pimpinan Cabang Fatayat NU Kota Tangerang Menawati menutup rangkaian Gebyar UMKM dan Festival Kreatifitas Fatayat NU Kota Tangerang.

Penulis: Reza Deni
Editor: Adi Suhendi
Istimewa
Ketua Fatayat NU Kota Tangerang Menawati saat penutupan Gebyar UMKM dan Festival Kreatifitas Fatayat NU Kota Tangerang. 

Laporan Reporter Tribunnews.com, Reza Deni

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Pimpinan Cabang Fatayat NU Kota Tangerang Menawati menutup rangkaian Gebyar UMKM dan Festival Kreatifitas Fatayat NU Kota Tangerang.

Setelah digelar selama lima hari, acara ditutup dengan penampilan Veve Zulfikar di Gedung MUI Kota Tangerang, Rabu (6/7/2022) siang.

“Semoga kegiatan yang kita lakukan ini berbalas kebaikan dan keberkahan," kata Menawati dalam keterangan yang diterima, Rabu (6/7/2022).

Perempuan yang akrab disapa Nony ini menyampaikan, gelaran Gebyar UMKM dan Festival Kreatifitas ini dilakukan sebagai bentuk syiar Fatayat NU, mengenalkan masyarakat mengenai peran Fatayat NU di Kota Tangerang.

Dia mengingatkan kepada seluruh kader untuk menjadi kader Fatayat berkarakter dan mandiri.

Baca juga: Sekretaris Umum Fatayat NU: Implementasi UU TPKS Perlu Kolaborasi antara Stakeholder dan Masyarakat

Karena, menjadi kader Fatayat tidak dibentuk untuk menjadi seorang kader partisan saja.

Namun, sebagai kader Fatayat harus memiliki karakter yang kuat, memiliki daya saing yang tinggi dan mandiri sebagai perempuan.

“Melalui Gebyar UMKM dan Festival Kreatifitas ini, Fatayat NU Kota Tangerang membuktikan bahwa kita harus mampu untuk menggerakkan dan melahirkan kemanfaatan untuk masyarakat," ujar dia

Nony menerangkan, bazar UMKM yang disediakan pada dasarnya untuk membangkitkan pelaku UMKM di Kota Tangerang.

Baca juga: Fatayat NU Launching Film Pendek Kecele Cegah Perkawinan Anak

Selanjutnya menggelar halaqoh dan seminar bersama Bu Nyai se-Kota Tangerang membahas UU TPKS, sebagai bentuk pengabdian kader Fatayat untuk memberikan advokasi isu perempuan dan anak.

Kemudian yang terakhir perlombaan, Fatayat NU memberikan ruang dan kesempatan untuk masyarakat guna menunjukkan kemampuannya.

“Berbagai sektor itu, baik segi ekonomi, intelektualitas, advokasi isu perempuan dan anak, serta perlombaan merupakan salah satu bentuk cara dan tanggung jawab perempuan NU untuk membangun dan memantik masyarakat lebih baik," ujar Nony.

Baca juga: Fatayat NU DKI Komitmen Optimalkan Peran Perempuan dan Syiar Aswaja di Ibu Kota

Kendati demikian, Ketua Pelaksana Naila Maye Haq, mengungkapkan apresiasi setinggi-tingginya kepada tim.

Pasalnya, tanpa kerja sama tim yang solid, gelaran selama lima hari ini tak akan bisa berjalan sebagaimana mestinya.

“Ungkapan terima kasih juga kami sampaikan kepada para pihak yang telah mendukung acara ini," kata dia.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved