Kesepian dan Ingin Punya Momongan, Pasangan Nikah Siri di Tambora Bawa Kabur Bayi Tetangga

Pasangan nikah siri di Tambora berurusan dengan polisi karena bawa kabur bayi tetangga ke kampung halaman, karena kesepian dan ngebet punya momongan.

Kolase Tribunnews/TribunJakarta
Kedua tersangka SD dan suaminya ST dalam kasus Penculikan Anak usai ditangkap Polsek Tambora, Jakarta Barat pada Senin (18/7/2022). Kedua tersangka yang adalah pasangan nikah siri ini ngebet punya momongan sehingga nekat bawa kabur bayi tetangga lalu dibawa pulang kampung ke Madura. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pasangan nikah siri di Tambora, Jakarta Barat merencanakan penculikan bayi.

Mereka mengincar bayi milik tetangganya untuk dibawa kabur.

Penculikan bayi itu terjadi di Jalan Krendang Timur RT 008 RW 003 Kelurahan Krendang, Tambora, Jakarta Barat pada Rabu (13/7/2022) sekitar pukul 11.00 WIB.

Setelah berhasil melakukan penculikan, bayi malang itu lantas dibawa ke kampung halaman pasangan nikah siri tersebut.

Ujungnya pasangan nikah siri berhasil ditangkap polisi setelah orangtua bayi melapor ke Polsek Tambora.

Bawa Kabur Bayi Tetangga Karena Ngebet Punya Momongan

Keinginan memiliki momongan membuat pasangan nikah siri di Tambora nekat mengambil jalur kejahatan.

Kedua pasangan nikah siri yakni SD (27) dan suaminya, SM (41) memilih merebut anak tetangganya sendiri dan dibawa kabur ke kampungnya.

Penculikan anak itu terjadi di Jalan Krendang Timur RT 008 RW 003 Kelurahan Krendang, Tambora, Jakarta Barat pada Rabu (13/7/2022) sekitar pukul 11.00 WIB.

Namun, aksi mereka memboyong anak orang itu akhirnya terciduk polisi.

Modus Pasangan Nikah Siri Bawa Kabur Bayi 5 Bulan di Tambora

Saat itu, IN, anak Zahra Zunarain, tertidur di rumah.

Tiba-tiba SD datang ke rumah Zahra lalu mengajak bermain bayi berusia 5 bulan 26 hari itu.

SD bertetangga dengan Zahra sudah dua bulan belakangan ini.

Halaman
1234
Sumber: TribunJakarta
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved