Minggu, 31 Agustus 2025

Eating Reorder Gelar Konferensi: Buang Mitos Tentang Makanan Dan Kesehatan

Komunitas dan Program hidup sehat melalui pengaturan pola makan secara natural, Eating Reorder (ER) menggelar konferensi tahunan pertama di Wang Plaza

Editor: Toni Bramantoro
Dok. pribadi
Ariesandi Setyono 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komunitas dan Program hidup sehat melalui pengaturan pola makan secara natural, Eating Reorder (ER) menggelar konferensi tahunan pertama di Wang Plaza Kedoya, Jakarta Barat. Kegiatan ini diikuti 200 peserta dan member dari total 6.000 member yang resmi terdaftar sejak berdiri 2,5 tahun lalu.

ER juga mengumumkan akan melakukan lebih banyak kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memberikan layanan terbaik bagi member.

Founder of Eating Reorder, Roy Irawan disela-sela konferensi mengatakan sebanyak 35 coaches ER juga mengikuti acara ini ditambah 8 coaches baru yang dilantik baik secara online maupun offline.

"Puluhan coaches yang ada ini sudah tersertifikasi dari Eating Reorder dan Academi Hipnoterapi Indonesia. Hebatnya, coaches tersebut bukan hanya ada di Indonesia tapi juga di luar negeri, yaitu Australia dan Belanda yang segera diharapakan menjadi awal pembentukan ER Internasional berbahasa Inggris," ungkap Roy Irawan.

Ade Rai saat menjadi narasumber
Ade Rai

Dijelaskan Roy Irawan, The 1st Annual Eating Reorder conference ini bertujuan antara lain mendukung para member menjadi pribadi yang maksimal dalam hidup serta menjalankan hidup dengan potensi maksimal, namun tetap mengedepankan nilai netralitas agar terus berlajar untuk mencapai yang terbaik dalam hidup.

"Selain itu, ER ingin berkontribusi dalam mengedukasi masyarakat Indonesia melalui pengaturan pola pikir dalam pola makan supaya bisa mempertahankan kesehatan secara permanen. Kita sering ditanya apa itu ER, programnya bagaimana, apa ini program diet, pakai suplemen apa. Sederhanya di ER kita sama-sama belajar mengatur pola pikir dalam pola makan. Kita tidak jualan produk tapi kita tanamkan hidup sehat itu mudah dan menyenangkan. Saya selalu katakan umur itu ada di tangan Tuhan, kesehatan itu di tangan kita," jelas Roy Irawan yang didampingi oleh Founder of Academi Hipnoterapi Indonesia, Ariesandi Setyono.

Roy Irawan juga mengupas masalah mindset atau mitos negatif tentang makan dan kesehatan, sebut saja makan malam membuat gemuk, sulit menurunkan berat badan ketika sudah berumur, atau mitos turun temurun, seperti jika makan tidak habis maka nasinya nangis, keturunan tulang besar dan sebagainya.

Menyinggung masalah hidup sehat, Ade Rai saat menjadi pembicara di acara konferensi tersebut mengatakan hidup sehat adalah dengan membiasakan diri dalam keseharian, seperti pengaturan pola gerak, yaitu gerak badan, gerak makan dengan pengaturan nutrisi, maupun gerak pikiran dengan pengaturan pola napas tentunya.

Ade Rai juga memberikan apresiasi kepada Eating Reorder sebagai sebuah komunitas dan sebuah program yang layak untuk menjadi salah satu opsi terbaik dalam berprospek menuju hidup yang lebih sehat.

Sementara itu, Ariesandi Setyono, founder dari Academi Hipnoterapi Indonesia mengatakan ada banyak hal-hal di pikiran bawah sadar yang dapat membatasi seseorang mencapi potensi maksimal dalam hidupnya.

"Otak yang dipakai pada saat menurunkan berat badan adalah otak yang sama dipakasi untuk semua aspek dalam hidup, maka jangan heran jika dengan mempelajari pola pikir dalam pola makan, maka banyak aspek dalam hidup juga akan mengalami peningkatan," kata Ariesandi.

Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan