Jumat, 22 Mei 2026

Uni Eropa – ASEAN Restorasi Mangrove di Cagar Alam Angke Kapuk Jakarta Utara

Penanaman Mangrove diikuti 80 peserta yang terdiri dari perwakilan Misi Uni Eropa untuk ASEAN, perwakilan negara anggota Uni Eropa dan anggota ASEAN

Tayang:
Penulis: Choirul Arifin
Editor: Eko Sutriyanto
istimewa
CEGAH ABRASI - Penanaman bibit mangrove di kawasan Cagar Alam Angke Kapuk Jakarta Utara oleh komunitas Uni Eropa (UE) dan ASEAN untuk melestarikan ekosistem pesisir. 

Ringkasan Berita:
  • Uni Eropa (UE) dan ASEAN melestarikan ekosistem pesisir Jakarta dengan menanam ratusan bibit mangrove di Cagar Alam Angke Kapuk Jakarta Utara.
  • Penanaman mangrove ini diikuti 80 peserta dari perwakilan Misi Uni Eropa untuk ASEAN, negara anggota Uni Eropa, perwakilan negara-negara ASEAN dan Sekretariat ASEAN, serta perwakilan mahasiswa dan pemuda.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mangrove berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem di kawasan pesisir dari risiko abrasi sekaligus berfungsi sebagai habitat ikan dan spesies laut lainnya.

Hutan mangrove berperanmenyerap karbon dalam jumlah yang signifikan, dan berkontribusi terhadap ketahanan pangan serta kesejahteraan ekonomi masyarakat pesisir.

Sebagai bagian dari komitmen bersama Uni Eropa (UE) dan ASEAN untuk melestarikan ekosistem pesisir, UE menyelenggarakan “Penanaman Mangrove UE-ASEAN untuk Masa Depan yang Berkelanjutan” di Cagar Alam Angke Kapuk, Jakarta Utara.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Pekan Diplomasi Hijau UE 2025 di ASEAN, yang menekankan dedikasi UE terhadap keberlanjutan lingkungan dan tindakan nyata untuk memerangi perubahan iklim.

Penanaman Mangrove ini diikuti 80 peserta yang terdiri dari perwakilan Misi Uni Eropa untuk ASEAN, perwakilan negara anggota Uni Eropa, negara anggota ASEAN dan Sekretariat ASEAN, serta perwakilan mahasiswa dan pemuda dengan menanam ratusan bibit mangrove di kawasan konservasi Angke Kapuk, Jakarta Utara.

Baca juga: 30.000 Bibit Mangrove Ditanam di Cuku Nyinyi Lampung, Tekan Emisi dan Perkuat Ekonomi Masyarakat

“Melalui inisiatif ini, Uni Eropa ingin menunjukkan bahwa diplomasi hijau bukan sekadar retorika, melainkan komitmen konkret untuk melindungi masa depan planet ini,” ujar Duta Besar Uni Eropa untuk ASEAN, Yang Mulia Sujiro Seam dikutip Selasa, 18 November 2025.

“Restorasi mangrove merupakan investasi jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat yang bergantung padanya. Kami yakin bahwa kolaborasi lintas batas dapat memperkuat dampak keberlanjutan di tingkat lokal,” tambahnya.

Kegiatan penanaman mangrove ini memiliki beberapa tujuan utama:
- Menegaskan kembali komitmen Uni Eropa–ASEAN terhadap keberlanjutan lingkungan;
- Meningkatkan kesadaran akan pentingnya ekosistem mangrove dalam mitigasi perubahan iklim;
- Memberikan pengalaman langsung kepada para peserta dalam praktik konservasi di dunia nyata; dan
- Memperkuat kolaborasi antarnegara dan masyarakat dalam memajukan pembangunan berkelanjutan.

Program dimulai dengan sesi edukasi tentang berbagai spesies mangrove dan teknik penanaman yang ramah lingkungan. Peserta kemudian bergabung dengan tim konservasi lokal untuk menanam bibit mangrove di area yang telah ditentukan.

Kegiatan ini juga menampilkan tur berpemandu yang menyoroti keanekaragaman hayati pesisir dan diskusi "Eco Talks" bertema "Masa Depan Hijau, Tanggung Jawab Bersama".

Melalui kegiatan penanaman mangrove ini, peserta Uni Eropa dan ASEAN menunjukkan bahwa aksi lingkungan merupakan tanggung jawab global bersama yang dimulai dari semua orang.

Dijelaskan, kegiatan penanaman mangrove ini tidak hanya berfungsi sebagai simbol kepedulian lingkungan, tetapi juga sebagai investasi sosial dan ekologis bagi masa depan masyarakat pesisir di Indonesia dan planet ini secara keseluruhan.

Di penanaman mangrove ini UE bekerja sama dengan Langit Biru Pertiwi untuk mendorong partisipasi yang lebih luas dalam melestarikan ekosistem pesisir sekaligus memperkuat keberlanjutan ekosistem sekaligus memberikan manfaat jangka panjang bagi generasi mendatang.

“Kami berharap inisiatif seperti ini akan menginspirasi lebih banyak pemangku kepentingan untuk mengambil tindakan nyata dalam melindungi lingkungan dan memastikan masa depan yang berkelanjutan bagi generasi mendatang,” ujar Yang Mulia Sujiro Seam.(tribunnews/fin)

 


 

Sesuai Minatmu
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved