Kamis, 11 Juni 2026

Ancaman Bom di Sekolahan

Selain di Depok, Ancaman Bom Juga Pernah Terjadi di Tangsel, Sekolah Internasional Jadi Target

Sebelum di Depok, aksi ancaman teror bom juga terjadi di Tangerang Selatan. Dua sekolah internasional mendapat ancaman bom pada Oktober 2025

Tayang: | Diperbarui:
TribunTangerang/Ikhwana Mutuah Mico
ANCAMAN BOM- Sekolah Mentari Internasional School (MIS) di kawasan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, Banten, dipadati Korps Brigade Mobil (Brimob) Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) beserta kendaraan taktis mereka, Selasa (7/10/2025). Sebelum di Depok, aksi ancaman teror bom juga terjadi di Tangerang Selatan. Dua sekolah internasional mendapat ancaman bom pada Oktober 2025 
Ringkasan Berita:
  • 10 sekolah di Depok mendapatkan ancaman teror bom pada Selasa (23/12/2025).
  • Aksi teror bom di sekolah juga pernah terjadi di Tangerang Selatan, Banten.
  • Pada Oktober 2025 lalu, dua sekolah internasional, Jakarta Nanyang School dan Mentari Intercultural School mendapat ancaman bom.
  • Saat dilakukan penyisiran, pihak kepolisian tak menemukan barang mencurigakan maupun bahan peledak

TRIBUNNEWS.COM - 10 sekolah di Depok, Jawa Barat mendapat ancaman bom, Selasa (23/12/2025).

Ancaman bom tersebut dikirimkan melalui email saat para siswa tengah libur semesteran.

Tim Jihandak Brimob Polri yang mendapat laporan pun langsung melakukan penyisiran dan tak menemukan barang mencurigakan maupun bahan peledak.

Aksi teror bom di lingkungan sekolah ternyata pernah terjadi di Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, pada Oktober 2025.

Tepat pada Selasa (7/10/2025), Jakarta Nanyang School dan Mentari Intercultural School mendapat ancaman bom.

Dua sekolah internasional tersebut mendapat ancaman bom yang dikirimkan melalui WhatsApp dan email.

Jibom Gegana Brimob Polda Metro Jaya pun langsung turun menyisir dua sekolah tersebut setelah mendapat laporan.

Hasil dari penyisiran, polisi tak menemukan barang yang mencurigakan.

Kapolres Tangsel, AKBP Victor Ingkiriwang pun mengatakan bahwa pihaknya langsung melakukan pendalaman motif dan mencari identitas pelaku pengiriman ancaman.

Ia juga mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian tak menemukan bahan peledak.

"Tidak ditemukan adanya bahan peledak atau bom sesuai informasi yang diterima," ujarnya, dikutip dari TribunTangerang.com.

Baca juga: Ancaman Bom di Depok, 10 Sekolah Kena Teror hingga Polisi Buru Keberadaan Pelaku

Di Jakarta Nanyang School di Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Banten, teror bom dikirimkan melalui pesan WhatsApp.

AKBP Victor mengatakan, pihaknya langsung menuju lokasi dan berkoordinasi dengan memanggil tim penjinak bom setelah mendapatkan laporan.

"Kejadian pertama terjadi di Jakarta Nanyang School, Pagedangan, Kabupaten Tangerang. Pihak sekolah menerima ancaman bom melalui pesan WhatsApp,” ujar Victor, Pondok Aren, Tangsel, Selasa (7/10/2025).

TribunTangerang.com, mewartakan, setelah dilakukan penyisiran dan sterilisasi, Gegana Brimob Polda Metro Jaya tak menemukan adanya bom.

“Kami langsung menindaklanjuti laporan tersebut dengan mendatangi lokasi, berkoordinasi dengan pihak sekolah, mengamankan area, dan memanggil tim Jibom dari Gegana Brimob Polda Metro Jaya," pungkas Victor.

Teror Bom di 10 Sekolah di Depok

Dua bulan berselang, 10 sekolah di Depok mendapatkan ancaman bom pada Selasa (23/12/2025).

Aksi teror bom tersebut dikirimkan oleh pelaku melalui sebuah email.

Dalam pesan teror tersebut, pelaku mengancam akan menyebarkan narkoba ke sekolah-sekolah yang sudah ditargetkan.

Tak hanya itu, pelaku juga mengirimkan pesan akan mengirim bom hingga menculik siswa.

Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi menuturkan, Tim Gegana telah memeriksa sejumlah sekolah yang ditargetkan.

Dari hasil pemeriksaan tersebut, Tim Gegana tidak menemukan barang mencurigakan maupun bahan peledak di lokasi-lokasi yang telah diperiksa.

"6 sekolah sudah kami lakukan pengecekan, 4 lainnya masih dalam proses," kata Made, dikutip dari TribunnewsDepok.com.

Menurut Made, pelaku nekat melakukan ancaman bom diduga karena kesal dan kecewa terhadap sekolah maupun polisi di Depok.

Meski begitu, pihaknya tetap melakukan penyelidikan terkait kasus ini.

"Untuk itu tetap terus kami lakukan penyidikan apakah memang benar pelaku yang menyampaikan ancaman tersebut ataupun orang lain yang menggunakan akun tersebut," ujarnya, dikutip dari TribunnewsDepok.com.

Baca juga: Ancaman Bom di Depok, 10 Sekolah Kena Teror hingga Polisi Buru Keberadaan Pelaku

Dalam pesannya, pelaku juga mengaku sebagai korban rudapaksa dan kecewa lantaran pihak kepolisian belum mengungkap kasus tersebut.

"Ya tentu apapun permasalahan ataupun keluhan yang disampaikan oleh pelaku itu pasti akan kami selidiki," ujarnya.

Saat ini, sejumlah saksi pun telah diperiksa dan keberadaan pelaku tengah dicari polisi.

10 sekolah yang mendapatkan teror tersebut yakni:

- SMA Arrahman;

- SMA Mawaddah;

- SMA Muhammadiyah 4 Depok;

- SMA PGRI Depok;

- SMA Bintara Depok;

- SMA Budi Bhakti;

- SMA Cakra Buana;

- SMA Muhammadiyah 7 Depok;

- SMA IT Nururrahman;

- dan SMAN 6 Depok.

Sebagian artikel ini telah tayang di Tribuntangerang.com dengan judul Sosok di Balik Ancaman Bom di Jakarta Nanyang School dan Mentari Intercultural School dan Tribundepok.com dengan judul Jelang Natal, Sekolah di Depok Diteror Bom, Tim Gegana Brimob Polri Gercep Turun Tangan

(Tribunnews.com, Muhammad Renald Shiftanto)(TribunTengerang.com, Ikhwana Mutuah Mico)(TribunnewsDepok.com, M Rifqi Ibnumasy)

Sesuai Minatmu
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved