Soal Krisis Sampah di Tangsel, Kerja Sama Fokus pada Pengolahan Sampah Bukan Pembuangan
Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie, menyampaikan bahwa skema yang dijalankan bukan merupakan aktivitas pembuangan sampah terbuka.
Ringkasan Berita:
- Pemkot Tangsel tegaskan skema pengolahan sampah modern dan terkontrol
- Komitmen transparansi dan koordinasi antarwilayah
- Disiapkan langkah mitigasi dan skema darurat
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemkot Tangerang Selatan menegaskan bahwa rencana kerja sama pengelolaan sampah dengan pihak ketiga merupakan skema pengolahan sampah modern yang berfokus pada pengurangan residu.
Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh proses pengelolaan sampah tetap memenuhi standar lingkungan hidup dan ketentuan perizinan yang berlaku.
Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie, menyampaikan bahwa skema yang dijalankan bukan merupakan aktivitas pembuangan sampah terbuka (open dumping), melainkan pengolahan terkontrol dengan teknologi tertentu.
"Yang dilakukan adalah kerja sama pengolahan sampah dengan pihak ketiga yang memiliki sistem dan teknologi pengolahan untuk mengurangi residu," ujar Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Tangerang Selatan, TB Asep Nurdin, Selasa (12/1/2025).
Terkait dinamika dengan pemerintah daerah mitra, pihanya berkomitmen untuk mengedepankan komunikasi antarwilayah. Koordinasi resmi akan dilakukan guna menyampaikan transparansi mengenai skema pengolahan yang dijalankan oleh pihak swasta tersebut.
"Koordinasi ini penting untuk menyampaikan secara transparan bahwa tidak ada skema pembuangan terbuka, melainkan pengolahan sampah terkontrol oleh pihak ketiga. Kami tidak akan mengambil langkah sepihak dan tidak akan memaksakan kerja sama tanpa adanya pemahaman serta kesepakatan bersama," jelas Asep.
Sebagai bentuk kesiapan, Pemkot Tangsel juga telah menyiapkan langkah-langkah konkret apabila rencana kerja sama dengan pihak ketiga tersebut menemui kendala teknis atau administratif.
Prioritas utama tetap tertuju pada pelayanan publik agar tidak terjadi penumpukan sampah di lingkungan masyarakat.
Asep menjelaskan bahwa langkah mitigasi tersebut meliputi optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) dan bank sampah, serta melanjutkan kerja sama pengolahan sampah dengan daerah lain yang telah berjalan secara administratif.
Selain itu, pengurangan sampah dari sumbernya melalui penguatan pemilahan berbasis masyarakat terus dipercepat.
Baca juga: Benyamin Davnie Pastikan Penanganan Sampah di Tangsel Dipercepat Lewat Satgas Lintas Sektor
"Apabila dalam prosesnya rencana kerja sama pengolahan tersebut belum dapat berjalan, Pemkot Tangsel telah menyiapkan skema darurat tambahan, termasuk penyesuaian pola pengangkutan dan pengelolaan sementara," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/wali-kota-benyamin-davnie-menyerahkan-v.jpg)