Ledakan di Jakarta Utara
ABH Pelaku Ledakan Bom di SMAN 72 Jakarta Mengaku Sakit Hati dan Dendam Kerap Dikucilkan
Sakit hati dikucilkan, pelajar nekat meledakkan bom di SMAN 72 saat salat Jumat. 96 korban luka, trauma masih membekas hingga kini.
Berkas perkara telah dilimpahkan ke kejaksaan dan menunggu dinyatakan lengkap (P21).
“Menunggu P-21 setelah petunjuk jaksa pada P-19 dipenuhi,” ujar Budi.
Pemeriksaan Saksi
Penyidik Polda Metro Jaya telah memeriksa 46 saksi anak yang berstatus siswa-siswi sekolah.
Proses pemeriksaan dilakukan bersamaan dengan observasi tim Asosiasi Psikologi Forensik (Apsifor).
Ayah dan ibu pelaku juga sudah dimintai keterangan, dengan sang ibu diperiksa secara daring karena bekerja di luar negeri.
Sosok Pelaku
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri menyebut pelaku dikenal sebagai siswa tertutup.
“ABH dikenal sebagai pribadi tertutup, jarang bergaul, dan tertarik pada konten-konten kekerasan,” ujarnya.
Polisi menegaskan pelaku bertindak sendiri dan tidak terkait jaringan terorisme.
Korban dan Suara Keluarga
Hingga awal Desember, beberapa korban masih menjalani perawatan. Dua siswa dirawat inap, sementara empat lainnya ditangani di RS Islam Cempaka Putih dan RSCM.
Seorang orang tua korban, Indri (46), mengatakan anaknya mengalami luka akibat serpihan benda tajam.
“Syukurlah tidak parah, tapi tetap trauma. Kami berharap kasus ini diusut tuntas,” ujarnya.
Kementerian Kesehatan bersama Bidokkes Polda Metro Jaya membuka layanan konseling trauma bagi siswa, guru, dan keluarga korban untuk membantu pemulihan psikologis.