Rabu, 8 April 2026

Banjir di Jakarta

123 RT dan 9 Ruas Jalan di Jakarta Tergenang Air Siang Ini, Jaksel Paling Parah

Hujan deras yang mengguyur wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, menyebabkan banjir di sejumlah lokasi pada Jumat (20/2/2026).

Tribunnews/Jeprima
ANTISIPASI BANJIR - Petugas mengoperasikan alat berat untuk mengeruk sedimen lumpur di aliran Kali Cideng, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (30/1/2026). Pengerukan Kali Cideng dilakukan untuk mengantisipasi banjir kendati banjir masih melanda wilayah Jakarta hari ini. 

Ringkasan Berita:
  • Hujan deras yang mengguyur wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya menyebabkan banjir di sejumlah lokasi hari ini
  • BPBD mencatat saat ini terdapat 123 RT dan 9 ruas jalan yang masih terendam akibat curah hujan tinggi.
  • Jakarta Selatan menjadi wilayah terdampak paling parah dengan total 90 RT tergenang.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hujan deras yang mengguyur wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, menyebabkan banjir di sejumlah lokasi pada Jumat (20/2/2026).

Hingga pukul 12.00 WIB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta mencatat ratusan RT atau Rukun Tetangga masih tergenang.

Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BPBD DKI Jakarta, Mohammad Yohan, mengatakan saat ini terdapat 123 RT dan 9 ruas jalan yang masih terendam akibat curah hujan tinggi.

"Hujan deras yang melanda wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya menyebabkan terjadinya beberapa genangan di sejumlah titik,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat siang.

Jakarta Selatan menjadi wilayah terdampak paling parah dengan total 90 RT tergenang.

Genangan cukup tinggi antara lain terjadi di Kelurahan Petogogan sebanyak 39 RT dengan ketinggian air 50 hingga 80 sentimeter.

Selain itu, banjir juga merendam Kelurahan Pondok Pinang hingga 90 sentimeter dan Petukangan Utara yang mencapai 100 sentimeter.

Luapan Kali Krukut, Kali Pesanggrahan, Kali Ciliwung, hingga Kali Uangan menjadi penyebab utama genangan di wilayah tersebut.

Sementara di Jakarta Barat, tercatat 33 RT terdampak banjir. Wilayah Kedaung Kali Angke dan Rawa Buaya menjadi yang paling banyak terendam akibat luapan Kali Angke, dengan ketinggian air antara 30 hingga 80 sentimeter.

Tak hanya permukiman, banjir juga merendam sembilan ruas jalan di ibu kota. Beberapa di antaranya yakni Jalan Daan Mogot di Rawa Buaya, Jalan Puri Kembangan di Kedoya Selatan, serta Jalan Ciledug Raya di Petukangan Selatan dengan ketinggian air mencapai 30 hingga 60 sentimeter.

Akibat genangan tersebut, lalu lintas di sejumlah titik dilaporkan terganggu. Pengendara diminta berhati-hati dan mencari jalur alternatif.

BPBD DKI Jakarta bersama instansi terkait telah mengerahkan personel untuk melakukan penanganan di lapangan.

Penyedotan air dilakukan oleh Dinas SDA, Bina Marga, dan Gulkarmat guna mempercepat surutnya genangan.

"Kami memonitor kondisi genangan di setiap wilayah serta berkoordinasi dengan unsur terkait untuk memastikan saluran air berfungsi optimal," kata Yohan.

BPBD juga menyiapkan kebutuhan dasar bagi warga terdampak banjir. Beberapa wilayah seperti Lebak Bulus, Pesanggrahan, dan Cilandak Timur dilaporkan genangannya mulai surut.

Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat cuaca masih berpotensi hujan. Dalam keadaan darurat, warga dapat menghubungi layanan 112 yang beroperasi selama 24 jam secara gratis.

 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved