Operasional Transjakarta Koridor 13 Berjalan dengan Penyesuaian Pasca Tabrakan Lukai 18 Orang
Transjakarta memastikan operasional Koridor 13 tetap berjalan dengan penyesuaian pasca kecelakaan dua armada yang melukasi 18 penumpang.
Ringkasan Berita:
- 18 penumpang luka ringan dalam insiden kecelakaan adu banteng antara dua armada bus Transjakarta di Koridor 13, jalur layang ruas Swadarma arah Cipulir, Jakarta Selatan, Senin (23/2/2026).
- Penumpang yang luka ringan dibawa ke RS Sari Asih untuk mendapat perawatan.
- Transjakarta memastikan operasional Koridor 13 tetap berjalan dengan penyesuaian.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sebanyak 18 penumpang luka ringan dalam insiden kecelakaan adu banteng antara dua armada bus Transjakarta di Koridor 13, jalur layang ruas Swadarma arah Cipulir, Jakarta Selatan, Senin (23/2/2026).
Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani mengatakan penumpang yang luka ringan dibawa ke RS Sari Asih untuk mendapat perawatan.
Baca juga: Detik-Detik 2 Bus Transjakarta Tabrakan di Jalur Layang Koridor 13 Cipulir, Penumpang Luka
Seluruh biaya penanganan medis ditanggung Transjakarta bersama operator.
"Fokus utama kami adalah memastikan keselamatan pelanggan. Petugas telah melakukan evakuasi cepat ke halte terdekat, dan pelanggan yang mengalami luka ringan telah mendapatkan penanganan," kata Ayu dalam keterangannya, Senin.
Berdasarkan temuan sementara di lapangan, kecelakaan terjadi saat bus BMP 220263 sedang melayani rute dari Tegal Mampang menuju JORR.
Ketika mendekati Halte Swadarma, sopir berinisial Y diduga mengantuk sehingga kendaraan melintas ke jalur sebelahnya.
Pada saat bersamaan, bus MYS 17100 melintas dari arah berlawanan.
Lalu terjadilah adu banteng yang menyebabkan kerusakan cukup hebat di bagian depan kedua bus.
Atas insiden ini Transjakarta memastikan operasional Koridor 13 tetap berjalan dengan penyesuaian.
Penguatan prosedur keselamatan juga akan dilakukan untuk mencegah kejadian serupa terulang.
"Transjakarta juga memastikan layanan Koridor 13 tetap berjalan dengan penyesuaian operasional," katanya.