Kamis, 9 April 2026

Pria di Kalideres Jadi Korban Begal Bermodus Debt Collector, HP dan Motor Raib

Seorang petugas keamanan bank menjadi korban begal yang diduga dilakukan komplotan bermodus debt collector atau matel di Kalideres.

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Adi Suhendi
Tangkap layar
ILUSTRASI BEGAL MOTOR - Seorang petugas keamanan bank menjadi korban begal di kawasan Kalideres, Jakarta Barat, Rabu (3/3/2026) dini hari. 

Ringkasan Berita:
  • Seorang petugas keamanan bank menjadi korban begal yang diduga dilakukan komplotan bermodus debt collector
  • Pelaku menuduh sepeda motor yang dikendarai korban menunggak cicilan selama tiga bulan
  • Polisi mengimbau korban untuk segera melapor agar kasus tersebut dapat ditindaklanjuti

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Seorang petugas keamanan bank menjadi korban begal yang diduga dilakukan komplotan bermodus debt collector atau matel di kawasan Kalideres, Jakarta Barat.

Peristiwa terjadi di Jalan Daan Mogot, Rabu (3/3/2026) dini hari.

Saat kejadian, korban sedang dalam perjalanan menuju tempat kerjanya di wilayah Cisoka, Tangerang, Banten.

Di tengah perjalanan, korban tiba-tiba dihentikan sekelompok orang yang mengaku sebagai debt collector.

Para pelaku menuduh sepeda motor yang dikendarai korban menunggak cicilan selama tiga bulan.

Baca juga: HP Baru Beli dan Kredit, Bocah 13 Tahun Bergulat Lawan Begal: Pelaku Kabur, Tangan Korban Kena Tusuk

Korban sempat menjelaskan bahwa cicilan kendaraan tersebut telah dilunasi pada 28 Februari 2026.

Namun, penjelasan itu tidak digubris para pelaku.

Mereka justru bertindak kasar dengan memukul korban di bagian perut dan mendorongnya hingga beberapa kali terjatuh di pinggir jalan.

Tidak hanya melakukan kekerasan, para pelaku juga membawa kabur sejumlah barang milik korban.

Baca juga: Kronologi Tante Jenna Tewas Usai Kopdar, Dipepet Begal hingga Tabrak Tiang Listrik di Kerobokan

Di antaranya sepeda motor, telepon genggam, uang tunai, serta tas berisi dokumen penting seperti KTP dan kartu ATM.

Kasi Humas Polsek Kalideres Aipda Dwi Winardi mengatakan peristiwa tersebut masih dalam proses penyelidikan.

“Masih dalam proses penyelidikan,” kata Dwi kepada wartawan, Kamis (5/3/2026).

Ia menambahkan, hingga saat ini korban belum membuat laporan resmi ke pihak kepolisian.

Meski demikian, polisi telah mengimbau korban untuk segera melapor agar kasus tersebut dapat ditindaklanjuti.

“Sudah kami imbau untuk membuat laporan,” ujarnya.

Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan kondisi korban yang tampak syok dengan pakaian kotor setelah berusaha menyelamatkan diri dari lokasi kejadian.

Kasus ini kembali menyoroti maraknya aksi penarikan kendaraan bermotor oleh oknum yang mengatasnamakan debt collector dengan cara intimidatif dan disertai kekerasan.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved