Menko Zulhas: Memilah Sampah di Rumah Itu Berat, Tapi Jadi Listrik
Pilah sampah di rumah emang repot! Tapi Menko Zulhas bocorkan rahasia: ini kunci sampah Jakarta jadi listrik di 2028. Kok bisa?
Ringkasan Berita:
- Menko Zulhas mengakui memisahkan sampah organik dan anorganik di dapur adalah tugas terberat.
- Kedisiplinan warga memilah sampah dari rumah menjadi syarat mutlak untuk diubah jadi listrik.
- Pemerintah targetkan teknologi insinerator di Bantargebang tuntas 2028 guna atasi ribuan ton limbah.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyebut pemisahan limbah langsung dari rumah tangga sebagai tantangan tersulit namun krusial dalam tata kelola sampah.
Menurutnya, pemilahan mandiri oleh warga merupakan syarat mutlak agar sampah bisa dikonversi menjadi energi listrik.
“Nah, yang paling berat itu memang sampah dari rumah, memilah,” ujar sosok yang akrab disapa Zulhas dalam konferensi pers 'Gerakan Pilah Sampah' yang dicanangkan bertepatan dengan rangkaian HUT ke-499 Jakarta, Minggu (10/5/2026).
Kunci Konversi Energi
Zulhas menjelaskan hambatan utama saat ini adalah mencampur sampah organik, anorganik, dan bahan beracun.
Jika pemilahan di tingkat rumah tangga tuntas, sampah tersebut akan dialihkan untuk menyokong kebutuhan listrik di Jakarta dan daerah sekitarnya.
“Kalau itu selesai, maka nanti sampah akan kita butuhkan untuk listrik penerang Jakarta dan penerang daerah-daerah lain,” tambahnya.
Langkah ini didorong melalui ‘Gerakan Pilah Sampah’ sebagai bagian dari rangkaian HUT ke-499 Jakarta, yang ditargetkan menjadi proyek percontohan nasional.
Baca juga: Warga Jakarta Kini Wajib Pilah Sampah dari Rumah, Tak Lagi Asal Buang
Target Insinerator Bantargebang 2028
Pemerintah kini memprioritaskan skema waste to energy (pengolahan sampah menjadi energi) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantargebang.
Teknologi yang digunakan adalah insinerator—alat pembakaran suhu tinggi untuk memusnahkan sampah sekaligus menghasilkan uap penggerak turbin listrik.
Target pengolahan sampah mandiri akan dituntaskan secara bertahap:
- Tahun 2028: Operasional insinerator kategori darurat untuk kapasitas di atas 1.000 ton.
- Tahun 2029: Penyelesaian instalasi untuk kapasitas menengah antara 100 hingga 200 ton.
“Yang Bantargebang, kita selesaikan melalui waste to energy, teknologi insinerator, akan selesai insyaallah 2028. Itu yang darurat yang 1.000. Yang 1.000 sampai 100-200 ton itu kita juga akan selesaikan sampai 2029,” tandas Zulhas.
Melalui integrasi antara kedisiplinan warga di rumah dan teknologi pemerintah di hilir, krisis sampah Jakarta diharapkan bertransformasi menjadi aset energi berkelanjutan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Menteri-Lingkungan-Hidup-Jumhur-Hidayat-Zulkifli-Hasan-Gubernur-DKI-Pramono-Anung.jpg)