Minggu, 31 Mei 2026

Polisi Sebut Luka Model AWS Bukan karena Dibacok Pelaku Begal, Melainkan Bekas Bisul Pecah 

Hasil pemeriksaan visum et repertum terhadap luka yang bersangkutan, diketahui luka itu merupakan bisul yang meletus atau bisul pecah.

Tayang:
Tribunnews.com/Reynas Abdila
INFORMASI PALSU - Model atau selebgram yang dikenal dengan nama Ansy De Vries alias AWS diperiksa polisi terkait unggahan iseng soal pembegalan di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (21/5/2026). (Tribunnews/Reynas) 

Ringkasan Berita:
  • Polda Metro Jaya memastikan luka yang diderita oleh model berinisial AWS yang mengarang cerita jika menjadi korban begal bukan karena bacokan senjata tajam dari pelaku begal.
  • Hasil pemeriksaan visum et repertum terhadap luka yang bersangkutan, diketahui luka itu merupakan bisul yang meletus atau bisul pecah.
  • Budi Hermanto juga mengajak kepada seluruh masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi tidak benar atau hoaks yang bisa membuat keamanan terganggu.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polda Metro Jaya memastikan luka yang diderita oleh model berinisial AWS yang mengarang cerita jika menjadi korban begal bukan karena bacokan senjata tajam dari pelaku begal.

Hasil pemeriksaan visum et repertum terhadap luka yang bersangkutan, diketahui luka itu merupakan bisul yang meletus atau bisul pecah.

Baca juga: Anggota DPR Dukung Langkah Tegas Kepolisian Tembak Begal di Tempat

"Ini sudah didalami, termasuk sudah dilakukan visum et repertum terhadap luka. Kami ulangi kembali, luka tersebut adalah bisul yang meletus. Jadi bukan karena bacokan pelaku begal. Ini harus kami sampaikan kepada publik," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada wartawan, Jumat (22/5/2026).

AWS sudah dilakukan pemeriksaan oleh penyidik Ditektorat Siber Polda Metro Jaya pada Kamis (21/5/2026) malam. Pemeriksaan dalam bentuk klarifikasi itu dilakukan untuk pendalaman soal apa yang ia sudah sebar.

"Dilakukan undangan klarifikasi dari Direktorat Siber Polda Metro Jaya untuk mendalami apa motif dari yang bersangkutan," ucapnya.

"Ini ada korelasi tadi dengan yang ditanyakan pertama. Apakah ada suatu upaya kelompok-kelompok tertentu membuat cipta kondisi dengan mengunggah, mengaku bahwa yang bersangkutan adalah bagian dari korban? Nah, itu yang ingin kita klarifikasi," sambungnya.

Lebih lanjut, Budi Hermanto juga mengajak kepada seluruh masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi tidak benar atau hoaks yang bisa membuat keamanan terganggu.

"Kita berharap kita tidak menjadi bagian dari korban dalam suatu peristiwa pidana, tapi ini unggahan mengakui dirinya menjadi korban. Dan kami sampaikan pada konferensi pers ini bahwa berita tersebut adalah bohong," jelasnya.

Baca juga: Model AWS Menangis Usai Diperiksa, Polisi Pastikan Narasi Jadi Korban Begal Hanya Karangan

Hanya Bisa Menangis

Untuk informasi, Polda Metro Jaya sudah memastikan jika informasi soal pembegalan terhadap seorang model berinisial AWS di kawasan Jakarta Barat adalah informasi bohong atau hoaks.

Dari hasil pemeriksaan, polisi memastikan AWS tidak menjadi korban begal maupun tindak kriminal lainnya melainkan hanya iseng.

“Yang bersangkutan bukanlah korban begal ataupun tindakan kriminal lainnya, motifnya pertama karena iseng kedua ingin mengglorifikasikan viral tentang begal," ucap Budi Hermanto.

Selanjutnya, penyidik Direktorat Siber Polda Metro Jaya memeriksa AWS terkait unggahan pembegalan yang viral di media sosial.

Cerita pembegalan tersebut menurut kepolisian hanya karangan AWS.

Pada Kamis (21/5/2026) sekira pukul 20.19 WIB, AWS tampak keluar dari gedung pemeriksaan.

AWS mengenakan jaket hodie biru dan memakai masker hitam.

Didampingi penyidik, tidak ada satu kalimat pun yang dilontarkan sang model.

Saat pewarta menanyakan kebenaran kabar pembegalan itu, AWS hanya menangis.

Dia lalu berjalan menuju mobil minubus berwarna hitam didampingi seorang perempuan.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved